Kemendagri Minta Kepala Daerah Tunda Acara yang Dihadiri Banyak Orang

Kompas.com - 20/03/2020, 12:26 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri) meminta kepala daerah proaktif memantau seluruh kegiatan atau agenda yang menghimpun orang banyak di daerah masing masing. Salah satunya, kegiatan keagamaan.

" Kepala daerah juga diminta proaktif memantau dan menunda kegiatan sosial, kegiatan keagamaan dan budaya yang menghimpun orang banyak di daerahnya masing-masing untuk mencegah penularan virus corona," ujar staf khusus Menteri Dalam Negeri Kastorius Sinaga kepada Kompas.com, Jumat (20/3/2020).

Baca juga: Kepala Daerah di Jatim Diimbau Tutup Hiburan Malam untuk Cegah Corona

Selain itu, kepala daerah juga diminta mengurangi acara rapat, meniadakan perjalanan dinas bila tidak sangat mendesak dan dilarang bepergian ke luar negeri.

"Khusus untuk kepala daerah berlaku surat edaran Menteri Dalam Negeri yang meminta agar secara signifikan mengurangi acara rapat, meniadakan sementara perjalanan dinas bila tidak sangat urgent dan dilarang ke luar negeri," tambah Kastorius.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah meminta segenap masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona dan penyakit Covid-19.

Baca juga: 7 Langkah Cepat Kepala Daerah Tangkal Corona, Lacak Peserta Seminar, Tutup Posyandu dan Tes Gratis

Salah satu caranya, menurut Jokowi, adalah dengan memulai mengurangi aktivitas di luar rumah.

"Saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah," ujar Jokowi dalam konferensi pers di Istana Bogor, Minggu (15/3/2020).

Menurut Presiden Jokowi, langkah ini perlu dilakukan agar penanganan Covid-19 bisa dilakukan dengan lebih maksimal.

"Agar penyebarannya bisa kita hambat dan stop," ujar Kepala Negara.

Baca juga: Sejumlah Kepala Daerah Mengaku Telah Tes Corona, Siapa Saja?

Selain itu, Jokowi juga meminta semua orang untuk mulai bekerja sama dan saling tolong-menolong agar penanganan Covid-19 bisa dilakukan dengan baik.

"Inilah saatnya bekerja bersama-sama, saling tolong-menolong dan bersatu padu. Gotong royong, kita ingin ini jadi gerakan masyarakat agar masalah Covid-19 bisa ditangani maksimal," ujar Jokowi.

Sampai dengan Kamis (19/3/2020) sore kemarin, kasus positif Covid-19 berjumlah 308 kasus. Dari jumlah tersebut, 25 meninggal dunia, dan 15 dinyatakan sembuh.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X