Kecelakaan Speedboat Paspampres di Palangkaraya, 6 Meninggal, 1 Hilang

Kompas.com - 09/03/2020, 20:28 WIB
Para  penumpang speedboat yang berhasil dievakuasi tim SAR  di peraiaran laut Kei Besar dalam kondisi lemas setelah speedboat yang mereka tumpangi terombang amboing di peraiaran laut Kei Besar, Minggu malam (9/2/2020) BASARNAS AMBONPara penumpang speedboat yang berhasil dievakuasi tim SAR di peraiaran laut Kei Besar dalam kondisi lemas setelah speedboat yang mereka tumpangi terombang amboing di peraiaran laut Kei Besar, Minggu malam (9/2/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Enam orang dinyatakan meninggal dunia dalam kecelakaan speedboat rombongan Paspampres di Sungai Sebangau, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (9/3/2020).

Salah seorang korban tewas, yakni Komandan Kodim 1011/ Kuala Kapuas Letkol Kav Bambang Kristianto Bawono.

"18 penumpang berhasil ditemukan kondisi selamat. Satu orang diketemukan, yaitu Dandim 1011/Klk dalam kondisi meninggal dunia," kata Kabid Humas Polda Kalteng Kombes (Pol) Hendra Rochmawan melalui keterangan tertulis, Senin (9/3/2020).

Baca juga: Kronologi Kecelakaan yang Libatkan Perahu Paspampres di Sungai Sebangau

Jenazah Bambang telah dievakuasi serta langsung disemayamkan di rumah sakit melalui Pelabuhan Kereng Bangkirai, Palangkaraya.

Sebanyak 18 penumpang yang selamat diketahui menumpang speedboat milik TNI AD. Bambang juga menumpang speedboat itu.

Dengan demikian dari total 19 penumpang kapal, 18 di antaranya selamat. Termasuk tujuh personal Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Adapun, lima korban tewas lain merupakan penumpang speedboat yang bertabrakan dengan speedboat TNI AD.

Speedboat itu milik Taman Nasional Sebangau, Dinas Kehutanan.

Hendra menambahkan, speedboat milik taman nasional ditumpangi oleh delapan orang.

Baca juga: Hilang 4 Jam, Dandim Kuala Kapuas Ditemukan Tewas Saat Kecelakaan Speedboat Paspampres

Dari delapan orang itu, sebanyak dua orang selamat, meski mengalami kritis.

Lima penumpang lainnya meninggal dunia. Kelimanya terdiri dari seorang ASN, tiga orang pegawai taman nasional dan seorang merupakan istri dari polisi hutan taman nasional.

Seorang penumpang di speedboat itu hingga Senin malam masih belum ditemukan.

Seorang penumpang yang masih hilang tersebut diketahui merupakan anggota Manggala Agni bernama Mansyah.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X