3 Perahu Tak Cukup untuk Evakuasi Warga, Ketua RW 03 Cipinang Melayu: Butuhnya 6

Kompas.com - 25/02/2020, 16:52 WIB
Banjir di RW 03 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jaktim, Selasa (25/2/2020). Kompas.com/Dani PrabowoBanjir di RW 03 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jaktim, Selasa (25/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua RW 03 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Muchtar mengatakan, proses evakuasi warga di wilayahnya yang terdampak banjir, tak berjalan lancar.

Pasalnya, perahu karet yang digunakan untuk mengevakuasi warga terbatas.

Ia menjelaskan, setidaknya ada tiga perahu yang membantu proses evakuasi tersebut, dua dari Brimob dan satu dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkamart). Namun, yang hanya dapat digunakan untuk membantu proses evakuasi hanya dua perahu saja.

"Padahal kita butuh minimal enam sekali jalan," kata Muchtar saat dihubungi Kompas.com, Selasa (25/2/2020).

Baca juga: Berkat Bunyi Toa, Warga Cipinang Melayu Lebih Siap Hadapi Banjir

Adapun banjir di wilayah ini disebabkan karena tingginya intensitas hujan yang melanda wilayah ini sejak Senin (24/2/2020) malam, serta luapan Kali Sunter yang mengalir di wilayah tersebut.

Muchtar menuturkan, banjir melanda sembilan rukun tetangga yang ada di wilayahnya.

Adapun jumlah warga yang tinggal di wilayah ini mencapai 1.632 orang yang terdiri atas 879 kepala keluarga.

"Sekarang kebanyakan sudah dievakuasi," kata dia.

Baca juga: Ketua RW 03 Cipinang Melayu: Banjir Kali Ini Paling Besar dan Dua Kali

Mereka yang belum dievakuasi, imbuh dia, berharap agar segera dapat dievakuasi. Sebab, meski hujan sudah berhenti sejak pagi hari, namun banjir tak kunjung surut.

Adapun kedalaman banjir bervariasi antata 50 sentimeter hingga sedalam tiga meter atau mencapai lantai dua rumah warga.

"Mereka khawatir dengan kondisi air yang terus naik. Tapi khawatir juga karena sudah ada yang masuk ke lantai dua. Warga sudah banyak yang ketakutan dan saya juga punya keterbatasan," ucapnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

SBY: Sampaikan Pandangan Tanpa Harus Menghina Pemimpin Kita

SBY: Sampaikan Pandangan Tanpa Harus Menghina Pemimpin Kita

Nasional
Kisah Korban PHK dan Harapan Bernama Kartu Prakerja…

Kisah Korban PHK dan Harapan Bernama Kartu Prakerja…

Nasional
Korlantas Polri: Ojol Angkut Penumpang Tidak Dilarang

Korlantas Polri: Ojol Angkut Penumpang Tidak Dilarang

Nasional
Tips dari Erick Thohir Bersihkan Paket Barang dan Makanan Delivery

Tips dari Erick Thohir Bersihkan Paket Barang dan Makanan Delivery

Nasional
Jakarta Larang Kerumunan Lebih dari 5 Orang, Komnas HAM Minta Anies Buat Protokol Teknis

Jakarta Larang Kerumunan Lebih dari 5 Orang, Komnas HAM Minta Anies Buat Protokol Teknis

Nasional
Terima 10.000 Pesan Penolakan, Ketua Baleg Akan Libatkan Serikat Buruh Bahas RUU Cipta Kerja

Terima 10.000 Pesan Penolakan, Ketua Baleg Akan Libatkan Serikat Buruh Bahas RUU Cipta Kerja

Nasional
Komnas HAM Minta Anies Edukasi Publik Tak Ada Diskriminasi Terhadap Pasien Covid-19

Komnas HAM Minta Anies Edukasi Publik Tak Ada Diskriminasi Terhadap Pasien Covid-19

Nasional
Unggah Komentar yang Diduga Hina Presiden, Buruh Ditangkap Polisi

Unggah Komentar yang Diduga Hina Presiden, Buruh Ditangkap Polisi

Nasional
Penjelasan Menag soal Pelatihan Petugas Haji di Surabaya yang Jadi Klaster Penularan Covid-19

Penjelasan Menag soal Pelatihan Petugas Haji di Surabaya yang Jadi Klaster Penularan Covid-19

Nasional
Ketua Baleg Mengaku Terima 10.000 Pesan Penolakan RUU Cipta Kerja

Ketua Baleg Mengaku Terima 10.000 Pesan Penolakan RUU Cipta Kerja

Nasional
Layanan Administrasi Kependudukan Dilakukan 'Online' sampai Pandemi Covid-19 Berakhir

Layanan Administrasi Kependudukan Dilakukan "Online" sampai Pandemi Covid-19 Berakhir

Nasional
Setibanya di Bandara, Jemaah Umrah dari Saudi Tak Dikarantina, tetapi Dicek Kesehatan

Setibanya di Bandara, Jemaah Umrah dari Saudi Tak Dikarantina, tetapi Dicek Kesehatan

Nasional
Menkominfo Berharap Aplikasi 'Peduli Lindungi' Bantu Putus Rantai Penularan Covid-19

Menkominfo Berharap Aplikasi "Peduli Lindungi" Bantu Putus Rantai Penularan Covid-19

Nasional
Menteri Agama: Jangan Tolak Jenazah Pasien Covid-19

Menteri Agama: Jangan Tolak Jenazah Pasien Covid-19

Nasional
Daftar Setelah 1 April, Biaya Pencatatan Nikah di Luar KUA Bisa Dikembalikan

Daftar Setelah 1 April, Biaya Pencatatan Nikah di Luar KUA Bisa Dikembalikan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X