Elektabilitas 10,7 Persen, Golkar: "Starting Point" yang Luar Biasa

Kompas.com - 23/02/2020, 23:20 WIB
Beberapa bendera yang memperlihatkan lambang Partai Golkar beserta nomor urutnya berkibar saat kampanye capres nomor urut 02 Prabowo Subianto di Lapangan Karebosi Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (24/3/2019). KOMPAS.com/HIMAWAN Beberapa bendera yang memperlihatkan lambang Partai Golkar beserta nomor urutnya berkibar saat kampanye capres nomor urut 02 Prabowo Subianto di Lapangan Karebosi Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (24/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Survei yang dilakukan Politika Research Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia (PPI) menunjukkan elektabilitas Golkar mencapai 10,7 persen bila pemilu dilangsungkan hari ini.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Badan Pemenangan Pemilu Golkar Maman Abdurrahman mengaku, cukup puas dengan perolehan elektabilitas tersebut. Meski, ia merasa pelaksanaan pemilu masih terlalu jauh.

"Angka tadi sudah luar biasa. Ini starting point yang menurut kami menjadi modal dasar," ucap Maman di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta, Minggu (23/2/2020).

Baca juga: Survei: Elektabilitas PDI-P Tertinggi Dibandingkan Golkar dan Gerindra

Menurut Maman, masih ada waktu empat tahun bagi Golkar untuk mempersiapkan diri menghadapi pemilu.

Selain itu, situasi politik pun masih dinamis atau dapat berubah sewaktu-waktu.

Terkait siapa yang akan diusung pada pilpres mendatang, ia menegaskan, hingga kini belum ada keputusan resmi dari partai berlambang pohon beringin itu.

"Fokus Golkar hari ini ada tiga hal yaitu sukses konsolidasi, sukses pilkada, dan sukses pemerintahan Jokowi Ma'ruf. Alhamdulillah satu bulan yang lalu Golkar sudah selesaikan pesta demokrasi kita dan menghasilkan pemimpin baru yaitu Pak Airlangga Hartarto," ujar Maman.

Baca juga: Menurut Survei, Ini Kriteria Capres-Cawapres yang Akan Dipilih pada Pemilu 2024

 

Untuk diketahui, survei yang dilakukan kedua lembaga survei tersebut turut meneropong kedekatan masyarakat terhadap partai. Hasilnya, Golkar menempati urutan kedua dengan presentase 13,3 persen.

Survei ini dilakukan dengan metode multistage random sampling terhadap 2.197 orang di 220 desa/kelurahan secara proporsional.

Tingkat kepercayaan survei ini mencapai 95 persen dengan margin of error sebesar 2,13 persen.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X