Wapres Minta BKKBN Pastikan Pertumbuhan Penduduk Seimbang dan Berkualitas

Kompas.com - 12/02/2020, 19:09 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio (kiri) dan Wakil Presiden Maruf Amin (kanan) usai membuka Munas PHRI ke XVII di Resinda Hotel Karawang, Senin (10/2/2020). KOMPAS.COM/FARIDAMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio (kiri) dan Wakil Presiden Maruf Amin (kanan) usai membuka Munas PHRI ke XVII di Resinda Hotel Karawang, Senin (10/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN) memastikan pertumbuhan penduduk di Indonesia harus seimbang dan menghasilkan keluarga berkualitas.

Hal tersebut disampaikan Ma'ruf saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BKKBN untuk program Banggakencana 2020 di Kantor BKKBN, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (12/2/2020).

"Saya berpesan agar BKKBN dapat terus bekerja keras untuk memastikan pertumbuhan jumlah penduduk di Indonesia harus senantiasa seimbang dan menghasilkan keluarga yang berkualitas," ujar Ma'ruf dalam sambutannya.

Baca juga: BKKBN Ungkap Faktor-faktor Sulitnya Berantas Stunting

Ma'ruf mengatakan, isu kependudukan dan Keluarga Berencana sangat penting bagi pembangunan sebab pembangunan harus berbasis kependudukan.

Menurut dia, seluruh rencana dan target pembangunan, khususnya jangka panjang, akan meleset jika gagal dalam melakukan pengendalian jumlah penduduk.

"Penambahan jumlah penduduk yang tidak terkendali membuat sumber daya harus dilipatgandakan. Beban kesehatan meningkat, biaya pendidikan menjadi berlipat, serta beban hidup lainnya menjadi lebih besar," kata dia.

Baca juga: Wapres: Turunkan Stunting Hingga 14 Persen Berat, Kita Harus Kerja Keras

Selain itu, upaya pengendalian jumlah penduduk, peningkatan kualitas sumber daya manusia mutlak dilakukan.

Dengan demikian, kata dia, program Keluarga Berencana dengan segala dimensinya menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan kualitas manusia Indonesia.

Adapun rakernas tersebut mengambil tema 'Era Milenial untuk Indonesia Maju, Sejahtera dan Berkeadilan' di Auditorium BKKBN Pusat, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Baca juga: Wapres Kumpulkan Sejumlah Menteri, Rapat Penurunan Kemiskinan dan Stunting 2024

Sementara itu, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan, capaian program-program Banggakencana masih harus ditingkatkan karena belum mencapai apa yang diinginkan. 

Banggakencana sendiri merupakan program BKKBN untuk pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana.

"Untuk total fertility rate yang harus dicapai target 2,28, tahun 2019 baru 2,45 persen. Oleh karena itu kami harus terus bekerja keras lagi untuk mencapai target dan sasaran," kata dia.

Saat ini, kata dia, BKKBN memiliki tenaga lapangan hingga 23.000 orang dan memiliki kader 1,2 juta orang yang tersebar di desa dan kota.

Kader-kader tersebut siap mendampingi pencegahan stunting, ibu hamil, dan 1.000 hari kehidupan pertama.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X