Saksi Akui Diperintah Wawan Kawal Proyek, dari Alat Bedah hingga Kamar Jenazah

Kompas.com - 30/01/2020, 18:20 WIB
Terdakwa kasus korupsi pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten Tubagus Chaeri Wardana (kiri) mendengarkan keterangan saksi saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (17/1/2020). Sidang kasus korupsi pengadaan alat kesehatan di Puskesmas Kota Tangerang Selatan, alat kedokteran di rumah sakit rujukan Provinsi Banten dan tindak pidana pencucian uang itu beragendakan mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum.  ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ama. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak ATerdakwa kasus korupsi pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten Tubagus Chaeri Wardana (kiri) mendengarkan keterangan saksi saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (17/1/2020). Sidang kasus korupsi pengadaan alat kesehatan di Puskesmas Kota Tangerang Selatan, alat kedokteran di rumah sakit rujukan Provinsi Banten dan tindak pidana pencucian uang itu beragendakan mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ama.

JAKARTA, KOMPAS.com - Orang kepercayaan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, Dadang Prijatna mengaku, mendapat perintah dari Wawan untuk mengawal pemenangan proyek alat kesehatan untuk rumah sakit rujukan di Provinsi Banten pada tahun anggaran 2012.

Hal itu diakui oleh Dadang saat bersaksi untuk Wawan.

"Iya, (dapat perintah) sebelum lelang, Pak," kata Dadang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Baca juga: Kasus Pangeran Banten Tubagus Wawan, Kuasa Oligarki untuk Korupsi

Wawan merupakan terdakwa dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan Puskesmas Kota Tangerang Selatan pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2012; kedokteran rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada APBD dan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2012 dan pencucian uang.

Dadang mengonfirmasi, terdapat 10 paket alkes pada APBD Tahun 2012 dan empat paket pada APBD Perubahan Tahun 2012.

Beberapa pengadaan yang dikonfirmasi Dadang antara lain Pengadaan Alat Kedokteran untuk instalasi bedah sentral, UGD, radiologi, poli klinik spesialis dasar, ruang rawat inap, ruang ICU, gas medis, laboratorium dan instalasi kamar jenazah.

"Ya banyak, Pak, pokoknya. Saya enggak tahu detailnya," kata dia.

Baca juga: Sidang Kasus Wawan, Saksi Akui Ada Kelompok yang Halangi Perusahaan Lain Ikut Lelang

Menurut Dadang, ia menerima perintah itu dari Wawan via telepon di Jakarta.

Selanjutnya, ia turun ke lapangan dan melakukan pendekatan kepada sejumlah pihak di internal Dinas Kesehatan Provinsi Banten untuk pengaturan lelang demi memenangkan perusahaan Wawan.

Beberapa orang yang dikenal, lanjut Dadang, yakni mantan Kepala Dinas Kesehatan Djadja Buddy Suhardja dan mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Ajat Drajat Ahmad Putra

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X