Sidang Kasus Wawan, Saksi Akui Ada Kelompok yang Halangi Perusahaan Lain Ikut Lelang

Kompas.com - 23/01/2020, 22:33 WIB
Sidang pemeriksaan saksi untuk adik mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana. KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMANSidang pemeriksaan saksi untuk adik mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Kepala Dinas Kesehatan Pandeglang Iskandar mengakui ada orang-orang berpakaian serba hitam bagai " pendekar" yang menghalangi perusahaan lain di luar grup perusahaan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan saat proses pendaftaran penawaran lelang.

Hal itu disampaikan Iskandar saat bersaksi untuk Wawan. Iskandar mengonfirmasi keterangannya dalam penyidikan yang dibacakan jaksa KPK di persidangan.

Adapun Wawan merupakan terdakwa dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan Puskesmas Kota Tangerang Selatan pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2012; kedokteran rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada APBD dan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2012 dan pencucian uang.

"Siap, Pak, hafal, ingat keterangan itu," kata Iskandar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Baca juga: Eks PPK Pengadaan Alkes Merasa Pengaruh Wawan Ganggu Independensi

Dalam keterangannya yang dibacakan jaksa, Iskandar menyampaikan bahwa perusahaan-perusahaan yang memasukkan dokumen penawaran dalam proses lelang pengadaan alat kesehatan adalah perusahaan milik Wawan atau perusahaan lain yang berafiliasi dengan Wawan.

Menurut Iskandar, saat proses pendaftaran memasukkan penawaran, ada orang-orang berpakaian serba hitam seperti "pendekar Banten" yang dibawa oleh pihak Wawan, Ahmad Saepudin.

Ia mengatakan, orang-orang tersebut menghalangi perwakilan perusahaan di luar grup perusahaan Wawan untuk mendaftarkan dan memasukkan dokumen penawaran.

Sehingga, yang masuk dalam pelelangan adalah perusahaan-perusahaan yang memang diinginkan atau ditentukan oleh Wawan.

"Ya, yang pasti ingin mendapatkan pemenang, supaya jadi pemenang," kata dia mengonfirmasi keterangannya yang dibacakan jaksa KPK.

Baca juga: Sebelum Lelang Alkes, Saksi Mengaku Diperintah Koordinasi dengan Dua Orang Kepercayaan Wawan

Wawan didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp 79,789 miliar dalam pengadaan alat kedokteran rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada APBD dan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2012.

Selain itu, jaksa juga menyebut perbuatan Wawan turut memperkaya diri sekitar Rp 50 miliar dan orang lain dengan jumlah bervariasi.

Ia juga didakwa merugikan keuangan negara sekitar Rp 14,52 miliar dalam pengadaan alat kesehatan (Alkes) kedokteran umum Puskesmas Kota Tangerang Selatan Tahun Anggaran 2012.

Wawan juga disebut memperkaya diri sebesar Rp 7,941 miliar dan orang lain dalam pengadaan ini dengan jumlah bervariasi.

Selain itu, ia juga didakwa atas dugaan tindak pidana pencucian uang. Jaksa membagi dugaan pencucian uang Wawan ke dalam dua dakwaan, yaitu dugaan pencucian uang pada periode 2005-2010 dan setelah tahun 2010 hingga 2019.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X