Wapres: Kerukunan Umat Beragama jadi Kunci Pembangunan Nasional

Kompas.com - 24/01/2020, 21:55 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin saat menjadi keynote speaker di acara Forum Eurasia Centrist Democrat International (CDI). KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAWakil Presiden Maruf Amin saat menjadi keynote speaker di acara Forum Eurasia Centrist Democrat International (CDI).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengingatkan bahwa kerukunan umat beragama menjadi kunci untuk membangun kerukunan nasional.

Hal tersebut disampaikan Ma'ruf ketika bertemu dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Istana Presiden Yogyakarta, Jumat (24/1/2020).

"Kalau ini (kerukunan umat beragama) terganggu, maka kerukunan nasional akan terganggu. Karena itu kerukunan umat beragama adalah kunci," ujar Ma'ruf dikutip dari siaran pers Wapres RI, Jumat (24/1/2020).

Baca juga: Potret Kerukunan Beragama di Maumere, Orang Muda Katolik Ikut Jaga Shalat Id

Ma'ruf mengatakan, Indonesia yang beragam ras, etnis, dan agama sejak dulu bisa bersatu dan bersepakat sehingga lahirlah Pancasila yang mampu dikawal hingga saat ini.

Oleh karena itu, ia menginginkan agar kehidupan berbangsa dan bernegara di Tanah Air menjadi contoh bagi negara lain.

"Kita ingin Indonesia menjadi model. Bagaimana menjaga kedamaian, solidaritas, demokrasi, di dunia ini," kata dia.

Baca juga: Menko Polhukam Akui Indeks Kerukunan Beragama di Indonesia Menurun, Ini Sebabnya...

Ia pun berharap FKUB dapat memberikan stimulasi bagi masyarakat untuk menjaga kerukunan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan itu, Ma'ruf juga memaparkan empat bingkai yang harus diperkuat untuk menjaga kerukunan nasional.

Baca juga: Yenny Wahid: Kepala Daerah Berperan Besar Ciptakan Kerukunan Beragama

Dihadapan para majelis tokoh lintas Agama se-DIY, Wapres juga memaparkan empat bingkai yang harus diperkuat untuk menjaga kerukunan nasional.

Keempat bingkai itu adalah bingkai politik, yuridis, sosiologis, dan teologi.

Bingkai politik yang dimaksud adalah kesepakatan atau konsensus nasional. Sedangkan bingkai yuridis adalah penegakan hukum dalam rangka memperkuat aturan yang bisa mencegah rusaknya keutuhan bangsa.

Sementara bingkai sosiologis, yaitu kearifan lokal dan bingkai teologi dimaksudkan agar setiap agama membangun teologi kerukunan bukan teologi konflik.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X