Ke Perancis, Prabowo Ingin Indonesia Bagian dari Industri Pertahanan Global

Kompas.com - 14/01/2020, 11:44 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bersama wakilnya Sakti Wahyu Trenggono di Istana, Kamis (9/1/2020). KOMPAS.com/IhsanuddinMenteri Pertahanan Prabowo Subianto bersama wakilnya Sakti Wahyu Trenggono di Istana, Kamis (9/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyambangi Perancis dalam rangka memperkuat kerja sama di bidang pertahanan antara kedua negara.

Dalam kunjungan yang berlangsung sejak 11 Januari hingga 13 Januari, Prabowo bertemu Menteri Pertahanan Perancis Florence Parly di Kantor Kementerian Pertahanan Perancis di Paris.

Tak hanya itu, Prabowo juga menggelar serangkaian pertemuan dengan perusahaan industri pertahanan di bidang pesawat tempur, kapal, radar, sistem avionic, serta amunisi.

Baca juga: Prabowo Temui Menhan Prancis, Bahas soal Alutsista dan Industri Pertahanan

Prabowo menyatakan, RI siap menjalin kerja sama dengan perusahaan industri pertahanan Perancis dalam rangka menjadikan industri pertahanan Indonesia bagian dari industri pertahanan global.

"Indonesia siap berkolaborasi dan bekerja sama dengan perusahaan industri Prancis agar dapat menjadikan industri pertahanan Indonesia menjadi bagian dari global production chain produk alutsista," tutur Prabowo dalam keterangan tertulis KBRI Paris yang diterima Kompas.com, Selasa (14/1/2020).

Dalam pertemuan tersebut, kalangan industri pertahanan Perancis diharapkan dapat bekerja sama dalam mengakselerasi kemajuan industri pertahanan Indonesia.

Baca juga: Wamenhan Sebut Orientasi Industri Pertahanan RI Masih Untung Rugi

Ini termasuk penguatan sistem alutsista TNI melalui transfer teknologi, peningkatan penggunaan kandungan lokal, dan peningkatan kapasitas SDM.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X