Kasus Tak Kunjung Tuntas, Orang Tua Yusuf dan Randi Temui Komisi III

Kompas.com - 10/12/2019, 15:42 WIB
Audiensi Komisi III DPR dengan orang tua mahasiswa Yusuf dan Randi di  Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (10/12/2019). KOMPAS.com/HaryantipuspasariAudiensi Komisi III DPR dengan orang tua mahasiswa Yusuf dan Randi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Endang pun tak puas dengan jawaban Kapolda.

"Batu yang di TKP hanya sekepal, dan tidak mungkin menghancurkan kepalanya sampai 5 retakan yang tak beraturan. Kalau itu memang benda tumpul, apa memang tak ada benda tumpul lain di TKP," ucap dia.

Baca juga: Mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari yang Tewas Tumpuan Keluarga

Endang pun berharap, Komisi III DPR dapat menyampaikan kesulitannya dalam mendapatkan keadilan terkait kasus Yusuf tersebut.

"Mungkin bapak bisa menyampaikan suara hati saya dengan orang-orang yang tinggi di sana pak," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, La Sali berharap pelaku yang terbukti melakukan penembakan terhadap Randi dapat dihukum berat dan penanganan kasus dilakukan secara transparan.

"Harapan saya sebagai orang tua Randy agar penembakan anak saya supaya dipecat dan dan dihukum berat barangkali itu harapan saya karena anak saya ini sudah tulang punggung keluarga," kata La Sali.

Baca juga: Kisah Tragis Randi, Mahasiswa UHO yang Tewas Tertembak Peluru Tajam

Terkait hal itu, Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond mengatakan ikut prihatin dan berduka cita atas kejadian yang dialami Yusuf dan Randi.

Desmond mengatakan, akan menyampaikan aduan Endang dan La Sali kepada Kapolri Idham Azis. Namun, kata Dia, terkait dengan hukuman terhadap pelaku, harus disesuaikan dengan prinsip hukum di Indonesia.

"Proses ini Insya Allah akan saya sampaikan kepada Kapolri Pak Idham pada saat rapat agar lebih diatasi dengan baik kalau misalkan menghukum seberat-beratnya ini wilayah peradilan yang nanti akan yang tentunya ada hukumnya," kata Desmond.

Baca juga: Fakta di Balik 2 Mahasiswa Universitas Halu Oleo Tewas Saat Demo di Kendari

Adapun, aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Kendari pada Kamis, 26 September 2019, menyebabkan dua mahasiswa meninggal dunia.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X