Mahfud MD Sebut 4 Fokus Kemenko Polhukam, dari Korupsi, HAM, hingga Deradikalisasi

Kompas.com - 13/11/2019, 16:52 WIB
Menkopolhukam Mahfud MD saat saat menghadiri kegiatan Bincang Seru Mahfud di Graha Sanusi, Universitas Padjajaran (Unpad) Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Rabu (30/10/2019). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIMenkopolhukam Mahfud MD saat saat menghadiri kegiatan Bincang Seru Mahfud di Graha Sanusi, Universitas Padjajaran (Unpad) Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Rabu (30/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, ada empat hal utama yang bakal ia benahi selama menjabat sebagai menteri.

Empat hal itu berdasarkan persoalan utama dalam bidang politik, hukum, dan keamanan yang sebelumnya disampaikan Presiden Joko Widodo kepada Mahfud.

"Ketika saya dipanggil presiden untuk jadi Menko Polhukam, ada empat hal yang minta ditangani dengan sebaik-baiknya," kata Mahfud dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Forkopimda di Sentul International Convention Center, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019).

Baca juga: Pengacara Rizieq: Kami Sudah Kirim Foto Surat Pencekalan ke Mahfud MD

Persoalan pertama yakni penegakkan hukum yang lemah. Mahfud menyebut, persepsi penegakkan hukum di Indonesia masih di bawah 50 persen.

Oleh karenanya, perlu ada upaya perbaikan untuk meningkatkan persepsi penegakkan hukum.

Masalah kedua, perlindungan hak asasi manusia (HAM). Mahfud berjanji untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM masa lalu dan menjamin penegakkan HAM masa depan.

Persoalan ketiga yaitu pemberantasan korupsi. Mahfud mengatakan bahwa ia akan memperkuat lembaga-lembaga penegak hukum untuk menekan angka korupsi.

"Jadi komitnya pemberantasan korupsi itu harus disertai dengan penguatan lembaga-lembaga penegak hukum, bukan pelemahan," ujar Mahfud.

Baca juga: Menko Polhukam Sebut Bom Bunuh Diri di Medan Ancaman Radikalisme

Kelima, masalah radikalisasi. Mahfud berjanji mengupayakan deradikalisasi untuk menghilangkan gerakan separatis.

"Karena sekarang timbul ancaman terhadap keutuhan ideologi maupun keutuhan teritori kalau ideologi itu dalam bentuk paham teritori pembernotakan, separatis," kata dia. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X