Sudah Dipecat, Rio Capella Dianggap Tak Etis Komentari Langkah Politik Nasdem

Kompas.com - 10/11/2019, 15:58 WIB
Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya saat mengisi diskusi bertajuk Memaknai Pelukan Politik PKS dan Partai Nasdem di Kedai Sirih Merah, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (2/11/2019). Dian Erika/KOMPAS.comKetua DPP Partai Nasdem Willy Aditya saat mengisi diskusi bertajuk Memaknai Pelukan Politik PKS dan Partai Nasdem di Kedai Sirih Merah, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (2/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya menilai Patrice Rio Capella tak etis mengomentari langkah politik partainya. Sebabnya, Rio Capella saat ini sudah bukan bagian dari Nasdem.

Ia mengatakan, Nasdem telah memberhentikan Rio Capella lantaran tersangkut kasus korupsi.

"Rio Capella kan sudah keluar dari Nasdem. Begitu dia tersangkut masalah. Jadi enggak etis dia walaupun secara historis dia pernah mendirikan Nasdem," ujar Willy saat dihubungi, Minggu (10/11/2019).

"Kita harus lihat dia pernah mengingkari komitmen itu ketika dia berkasus waktu itu dan Nasdem sudah memberhentikan yang bersangkutan," lanjut dia.

Willy menambahkan, Nasdem berkomunikasi dengan partai-partai di luar koalisi pemerintah untuk membangun tali silaturahim.

Baca juga: Rio Capella Sebut Nasdem Jadi Restoran Politik, Ketua DPP: Yang Menyimpang Itu Dia

Menurut Willy, hal itu wajar dilakukan dalam dunia politik.

Karena itu, pertemuan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dengan Presiden PKS Sohibul Iman tidak perlu dihujat.

"Justru kalau tidak ada dialog maka kemudian lebih rentan. Kita tidak saling mengenal. Tapi kalau kita saling bertemu, berdialog, maka silaturahim itu akan mempererat sikap kebangsaan satu sama lain," ujar Willy.

"Ini kan karena satu sama lain enggak pernah ada ruang dialog. Dialog dianggap sebagai satu hal yang tabu. Itu salah. Kalau berbeda pada pilihan itu keniscayaan. Tapi kita bersama-sama membangun bangsa ini, itu keharusan," lanjut dia.

Diberitakan, Rio Capella menyebutkan bahwa saat ini Partai Nasdem sudah berubah menjadi restoran politik dan menyimpang dari restorasi.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Fatwa MUI Terbaru soal Pelaksanaan Shalat Jumat di Masa PSBB Transisi

Ini Fatwa MUI Terbaru soal Pelaksanaan Shalat Jumat di Masa PSBB Transisi

Nasional
Cek Penanganan Covid-19 di Anambas, Mendagri: Ini Zona Hijau, Pertahankan

Cek Penanganan Covid-19 di Anambas, Mendagri: Ini Zona Hijau, Pertahankan

Nasional
Berkas Paniai Dikembalikan untuk Kedua Kalinya, Komnas HAM: Substansi Argumentasinya Sama

Berkas Paniai Dikembalikan untuk Kedua Kalinya, Komnas HAM: Substansi Argumentasinya Sama

Nasional
Baleg Sepakati 10 DIM Klaster UMKM dalam Omnibus Law RUU Cipta Kerja

Baleg Sepakati 10 DIM Klaster UMKM dalam Omnibus Law RUU Cipta Kerja

Nasional
Pemerintah Tegaskan Tidak Akan Ada Penundaan Pilkada 2020

Pemerintah Tegaskan Tidak Akan Ada Penundaan Pilkada 2020

Nasional
Pengembalian Berkas Paniai Relatif Cepat, Komnas HAM: Kejagung Belum Serius

Pengembalian Berkas Paniai Relatif Cepat, Komnas HAM: Kejagung Belum Serius

Nasional
Mendagri Sebut Kampanye Akbar Pilkada 2020 Ditiadakan, Bawaslu: Terlalu Jauh Mencampuri

Mendagri Sebut Kampanye Akbar Pilkada 2020 Ditiadakan, Bawaslu: Terlalu Jauh Mencampuri

Nasional
Akui Pernah Bertemu Harun Masiku, Ketua KPU: 15 Menit Banyak Ngalor-ngidul

Akui Pernah Bertemu Harun Masiku, Ketua KPU: 15 Menit Banyak Ngalor-ngidul

Nasional
Menko PMK: Idealnya Tes Covid-19 Capai 30.000 Orang Per Hari

Menko PMK: Idealnya Tes Covid-19 Capai 30.000 Orang Per Hari

Nasional
Komnas HAM Khawatir Kasus Peristiwa Paniai Mandek dan Berujung pada Impunitas

Komnas HAM Khawatir Kasus Peristiwa Paniai Mandek dan Berujung pada Impunitas

Nasional
Mahfud: 100 Persen Pasien Covid-19 di RSKI Pulau Galang Sembuh, Apa Kuncinya?

Mahfud: 100 Persen Pasien Covid-19 di RSKI Pulau Galang Sembuh, Apa Kuncinya?

Nasional
PP Muhammadiyah: Di Zona Hijau Covid-19, Shalat Jumat Bisa Digelar di Masjid

PP Muhammadiyah: Di Zona Hijau Covid-19, Shalat Jumat Bisa Digelar di Masjid

Nasional
Istana Kepresidenan Mulai Terapkan New Normal, Begini Gambarannya...

Istana Kepresidenan Mulai Terapkan New Normal, Begini Gambarannya...

Nasional
Terbitkan Panduan, Muhammadiyah Minta Warga di Zona Merah Tetap Ibadah dari Rumah

Terbitkan Panduan, Muhammadiyah Minta Warga di Zona Merah Tetap Ibadah dari Rumah

Nasional
Suap Proyek Jalan, Bupati Bengkalis Segera Disidang

Suap Proyek Jalan, Bupati Bengkalis Segera Disidang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X