Eks Kepala Kemenag Gresik Mengaku Serahkan Uang Rp 50 Juta untuk Romahurmuziy

Kompas.com - 23/10/2019, 18:48 WIB
Terdakwa dugaan kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama Romahurmuziy (kiri) mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu  (23/10/2019). Dalam sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan dua orang saksi yaitu mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan mantan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJATerdakwa dugaan kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama Romahurmuziy (kiri) mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Dalam sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan dua orang saksi yaitu mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan mantan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Kepala Kantor Kementerian Agama ( Kemenag) Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi mengaku pernah menyerahkan goodie bag berisi uang Rp 50 juta kepada mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau Romy.

Hal itu ia sampaikan saat Muafaq bersaksi untuk Romy, terdakwa kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan di Kemenag Jawa Timur.

Muafaq mengatakan, goodie bag itu disodorkan ke Romy saat bertemu di Hotel Bumi Surabaya. Uang itu diberikan sebagai ucapan terima kasih karena dirinya merasa dibantu Romy untuk diangkat sebagai Kepala Kantor Kemenag Gresik.

Baca juga: Hakim Tipikor Tolak Eksepsi Romahurmuziy

"Ya di dalamnya ada uang Rp 50 juta. Saya baru ucapkan terima kasih. Setelah itu saudara terdakwa (Romy) berdiri mau keluar dari lobi. Dari situ saya berikan kepada saudara terdakwa, terus saudara terdakwa memanggil ajudannya," kata Muafaq di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Muafaq mengaku saat itu ia tak kenal dengan nama ajudan Romy tersebut. Namun, saat dirinya menjalani persidangan, ia mengetahui nama ajudan Romy itu bernama Amin Nuryadi.

"Intinya ketika sama-sama berdiri, saya menyampaikan barang itu, Ketum (Romy) manggil ajudan. Yang jelas setelah saya mengucapkan terima kasih, dianya berdiri pamit. Terus saya menyampaikan bahwa terima kasih, Mas, ini ada pemberian sedikit. Saya sodorkan, terus terdakwa memanggil ajudan," kata Muafaq.

Setelah itu, kata Muafaq, ia keluar hotel dan menuju parkiran. Muafaq tak mengetahui kemana Romy pergi.

Saat di sekitar parkiran, Muafaq mengaku ditangkap petugas KPK.

"Setelah saya keluar saya diamankan petugas KPK. Saya masuk ke dalam mobil, mobil kantor," kata dia.

Selain pemberian Rp 50 juta ke Romy, Muafaq mengaku juga sebelumnya memberikan uang secara bertahap sekitar Rp 41,4 juta ke sepupu Romy, Abdul Wahab.

"Jadi yang berhubungan dengan terdakwa ini cuma Rp 91,4 juta saja? Yang Rp 41,4 juta untuk Abdul Wahab dan Rp 50 juta untuk terdakwa?" tanya ketua majelis hakim Fahzal Hendri.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X