Jokowi Lantik Kabinet Kerja Jilid 2 Hari Ini, Ini Calon-calon Menterinya

Kompas.com - 23/10/2019, 05:40 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers setelah acara pelantikan presiden dan wakil presiden di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPresiden Joko Widodo memberikan keterangan pers setelah acara pelantikan presiden dan wakil presiden di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019).
Penulis Ihsanuddin
|

22. Yasonna Laoly >> Menteri Hukum dan HAM

Eks Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly belum mau buka-bukaan soal posisinya di kabinet jilid 2.

Namun, politisi PDI-P ini mengaku diberi tugas oleh Jokowi untuk memangkas aturan-aturan yang menghambat investasi.

Baca juga:

Yasonna Laoly Kembali Ditunjuk Jokowi sebagai Menkumham

Profil Singkat Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly

 

23. Budi Karya Sumadi >> Menteri Perhubungan

Budi Karya Sumadi mengaku ditunjuk kembali menjadi Menteri Perhubungan.

Ia mengatakan, Jokowi berpesan kepadanya agar mampu menciptakan konektivitas antarpulau sehingga jalur logistik berfungsi secara efektif serta mampu mengoneksikan jalur pariwisata dengan baik.

Baca juga:

Jokowi Kembali Tunjuk Budi Karya Sumadi sebagai Menteri Perhubungan

Budi Karya Bertahan Jadi Menhub Lagi, Ini Rekam Jejaknya

 

24. Sofyan Djalil >> Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN)

Sofyan Djalil melanjutkan jabatannya sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang di Kabinet Kerja jilid 2.

Sofyan mengatakan, Jokowi berpesan kepadanya agar menyelesaikan redistribusi lahan dan memperkuat kepastian hukum dalam hal kepemilikan lahan.

Baca juga:

Kembali Jadi Menteri ATR/BPN, Sofyan Djalil Lanjutkan Program Kerja

Profil Singkat Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil

Sofyan Djalil Jadi Menteri ATR BPN, Ini Profilnya

 

25. Moeldoko >> Kepala Staf Kepresidenan

Mantan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko menyatakan dirinya masuk dalam jajaran Kabinet Kerja jilid 2 sebagai pembantu presiden.

Namun, ia enggan menyebutkan nomenklatur kementerian atau lembaga yang bakal ia pimpin. Ia hanya mengatakan bahwa bidang yang ia urus tak berubah.

Baca juga: Moeldoko Tetap Menjadi Kepala Staf Kepresidenan

 

26. Tjahjo Kumolo >> Menteri PAN-RB

Eks Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku ditunjuk lagi sebagai menteri di periode kedua Jokowi bersama Ma'ruf Amin.

Tjahjo belum mau menyebut posisinya di Kabinet Kerja jilid 2. Namun, Tjahjo mengaku siap mengemban tugas ini.

Baca juga: Eks Mendagri Tjahjo Kumolo Kini Jadi Menteri PAN RB

 

27. Bambang Brodjonegoro >> Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)

Eks Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengaku mendapat tugas baru dari Presiden Joko Widodo.

Ia mengaku diajak berdiskusi terkait penguatan SDM serta meningkatkan daya saing perekonomian.

Namun, saat ditanya jabatan baru apa yang ia emban di pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin, Bambang belum mau buka-bukaan.

Baca juga:

Bambang Brodjonegoro Dipercaya Jokowi Jadi Menristek

Dipanggil Jokowi ke Istana, Bambang Brodjonegoro Dapat Tugas Baru

 

28. Johnny G Plate >> Menteri Komunikasi dan Informatika

Sekjen Partai Nasdem Johnny G Platte mengakui ia ditunjuk sebagai menteri oleh Presiden Joko Widodo. Kendati demikian, Johnny enggan mengungkapkan ia mendapat pos menteri apa.

Namun, ia mengaku sempat diajak Jokowi berdiskusi soal perusahaan teknologi rintisan atau start up sampai pengembangannya menuju status unicorn dan decacorn.

Baca juga:

Johnny G Plate Ditunjuk Jadi Menkominfo Kabinet Indonesia Maju

Mengenal Sosok Menteri Kominfo Baru, Johnny G Plate

 

29. Agus Suparmanto >> Menteri Perdagangan

Politikus PKB Agus Suparmanto ditugasi Presiden Joko Widodo mengurus sektor perdagangan pada kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin. 

Ia banyak berdiskusi dengan Jokowi terkait komoditas dalam negeri, luar negeri, dan internasional.

Saat ditanya apakah ia ditunjuk sebagai Menteri Perdagangan, Agus enggan menjawab.

Baca juga:

Agus Suparmanto Ditunjuk Jadi Menteri Perdagangan

Politisi PKB Agus Suparmanto Jadi Menteri Perdagangan, Ini Profilnya

 

30. Teten Masduki >> Menteri Koperasi dan UKM

Teten Masduki mengaku turut diminta membantu pemerintahan periode kedua Joko Widodo bersama Ma'ruf Amin.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini mengaku diberi tugas yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, khususnya rakyat kecil.

Baca juga: Teten Masduki Ditunjuk Jadi Menteri Koperasi dan UKM

 

31. dr Terawan Agus Putranto >> Menteri Kesehatan

Kepala RSPAD Gatot Soebroto ini ditunjuk Jokowi sebagai Menteri Kesehatan.

Terawan akan mundur dari keanggotaan TNI setelah dilantik.

Baca juga:

Jokowi Tunjuk Dokter Terawan sebagai Menteri Kesehatan

Profil Terawan Menteri Kesehatan, Dokter Cuci Otak yang Kontroversial

 

32. Luhut Pandjaitan >> Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan kembali diminta Presiden Joko Widodo mengurus sektor kemaritiman.

Namun, saat ditanya nomenklatur kementeriannya, ia menolak menjawab dan menyerahkannya kepada Jokowi.

Kali ini, Luhut tak hanya mengurusi sektor kemaritiman, tetapi juga investasi. Beberapa hal yang ditargetkan Jokowi ialah meningkatkan investasi di bidang energi dan petrokimia.

Baca juga:

Jokowi Tunjuk Luhut sebagai Menko Kemaritiman dan Investasi

Dapat Tambahan Tugas Baru, Ini Profil Luhut Binsar Pandjaitan

 

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Punya Perjanjian Ekstradisi, Begini Cara Pemerintah Bawa Maria Pauline Lumowa dari Serbia....

Tak Punya Perjanjian Ekstradisi, Begini Cara Pemerintah Bawa Maria Pauline Lumowa dari Serbia....

Nasional
Klaster Baru Penularan Covid-19 di Secapa AD yang Belum Diketahui Sumbernya...

Klaster Baru Penularan Covid-19 di Secapa AD yang Belum Diketahui Sumbernya...

Nasional
Penambahan Kasus Covid-19 Tertinggi dan 'Lampu Merah' dari Presiden Jokowi

Penambahan Kasus Covid-19 Tertinggi dan "Lampu Merah" dari Presiden Jokowi

Nasional
[POPULER NASIONAL] Rekam Jejak Maria Pauline Lumowa | Rekor Kasus Baru Covid-19

[POPULER NASIONAL] Rekam Jejak Maria Pauline Lumowa | Rekor Kasus Baru Covid-19

Nasional
Akhir Pelarian Tersangka Pembobol Bank BNI Setelah 17 Tahun Buron

Akhir Pelarian Tersangka Pembobol Bank BNI Setelah 17 Tahun Buron

Nasional
Indonesia Mampu Produksi Alat Rapid Test, per Unit Harganya Rp 75.000

Indonesia Mampu Produksi Alat Rapid Test, per Unit Harganya Rp 75.000

Nasional
Menko PMK: Tidak Ada Alasan Tak Percaya Diri dengan Ventilator Dalam Negeri

Menko PMK: Tidak Ada Alasan Tak Percaya Diri dengan Ventilator Dalam Negeri

Nasional
Pemerintah Akan Beri Sanksi RS dengan Tarif Rapid Test di Atas Rp 150.000

Pemerintah Akan Beri Sanksi RS dengan Tarif Rapid Test di Atas Rp 150.000

Nasional
Tanoto Foundation Gandeng Pusdiklat Kesos untuk Cegah Stunting

Tanoto Foundation Gandeng Pusdiklat Kesos untuk Cegah Stunting

Nasional
Curhat Seorang Dokter ke Jokowi, Distigma hingga Diintimidasi Keluarga Pasien Covid-19

Curhat Seorang Dokter ke Jokowi, Distigma hingga Diintimidasi Keluarga Pasien Covid-19

Nasional
Tak Langsung Periksa Maria Pauline Lumowa, Bareskrim: Dia Sedang Istirahat

Tak Langsung Periksa Maria Pauline Lumowa, Bareskrim: Dia Sedang Istirahat

Nasional
Pembentukan Komisi Independen Dianggap Perlu Diatur dalam RUU PDP

Pembentukan Komisi Independen Dianggap Perlu Diatur dalam RUU PDP

Nasional
Enam Hal Ini Bisa Bantu Perbaiki Stigma Negatif Terkait Covid-19

Enam Hal Ini Bisa Bantu Perbaiki Stigma Negatif Terkait Covid-19

Nasional
Putusan MA Dinilai Tak Mungkin Ubah Hasil Pilpres 2019, Ini Alasannya

Putusan MA Dinilai Tak Mungkin Ubah Hasil Pilpres 2019, Ini Alasannya

Nasional
Dokter di Sampit ke Jokowi: Percuma Kita 'Tracing' Terus tetapi Tak Ada Alat

Dokter di Sampit ke Jokowi: Percuma Kita "Tracing" Terus tetapi Tak Ada Alat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X