Penasihat KPK Ikut Orasi Tolak Revisi UU KPK dan Capim Bermasalah

Kompas.com - 12/09/2019, 16:37 WIB
Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Muhammad Tsani,di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019).  KOMPAS.com/CHRISTOFORUS RISTIANTOPenasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Muhammad Tsani,di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Penasihat KPK Muhammad Tsani turut berorasi dalam unjuk rasa menolak revisi Undang-Undang Nomor 30 tahun 2002 tentang KPK di depan Gedung KPK Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019).

Unjuk rasa itu sendiri digelar mahasiswa dari sejumlah universitas, antara lain Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Trisakti, Universitas Negeri Jakarta, dan Institut Pertanian Bogor.

"Save KPK rekan-rekan. Kita memang menghadapi periode paling sulit. Saya mempelajari periode KPK, tetapi ini paling sulit karena KPK dilemahkan dari dua sisi yang utama," teriak Tsani menggunakan mikrofon.

Baca juga: Ratusan Mahasiswa di Bali Gelar Aksi Tolak Revisi UU KPK

Meski berbaur dengan mahasiswa, Tsani tampak berbeda. Ia mengenakan kemeja batik lengan panjang, sementara mahasiswa tampak mengenakan baju bebas, banyak pula yang mengenakan jaket almamaternya.

Tsani berorasi di atas panggung kecil yang dibuat di halaman KPK. Latar belakang panggung itu adalah gedung KPK. 

Ia melanjutkan, pelemahan yang pertama dilakukan secara kelembagaan, yakni dengan merevisi UU KPK. Kewenangan dan tata kelola organisasi lembaga antirasuah itu akan dilemahkan secara sistematis melalui revisi UU KPK itu.

"Kedua, di saat yang sama, juga dilakukan pelemahan dari dalam ( capim KPK). Orang-orang ini yang kemudian menghancurkan KPK dari dalam," teriak Tsani disambut sorak sorai mahasiswa.

Baca juga: Beda Sikap Jokowi soal Revisi UU KPK, Sebelum dan Setelah Pilpres...

Oleh sebab itu, Tsani mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memberikan dukungan moril kepada KPK dengan cara menolak revisi UU KPK sekaligus calon pimpinan KPK yang diduga bermasalah.

"Saya meminta kepada semuanya yang masih punya hati nurani, pakai akal sehatnya untuk bersama-sama memberikan kekuatan kepada KPK," lanjut Tsani sambil mengepalkan tangan ke udara. 

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Selidiki Kasus Korupsi di Balik Mundurnya Kepsek di Indragiri Hulu

KPK Selidiki Kasus Korupsi di Balik Mundurnya Kepsek di Indragiri Hulu

Nasional
Bawaslu Ungkap 4 Modus Politisasi SARA yang Potensial Terjadi di Pilkada 2020

Bawaslu Ungkap 4 Modus Politisasi SARA yang Potensial Terjadi di Pilkada 2020

Nasional
Klaster Sekolah  Bermunculan, Ini Komentar Satgas Covid-19

Klaster Sekolah Bermunculan, Ini Komentar Satgas Covid-19

Nasional
Wapres Minta Kementerian Bangun Kepercayan Publik soal Penanganan Covid-19

Wapres Minta Kementerian Bangun Kepercayan Publik soal Penanganan Covid-19

Nasional
Saat Sri Mulyani Mengenang 'Tukang Mebel' 22 Tahun Lalu yang Kini Jadi Presiden

Saat Sri Mulyani Mengenang 'Tukang Mebel' 22 Tahun Lalu yang Kini Jadi Presiden

Nasional
Doni Monardo Daftar Jadi Relawan Vaksin Covid-19

Doni Monardo Daftar Jadi Relawan Vaksin Covid-19

Nasional
Wapres Minta Kementerian/Lembaga Siapkan Skenario jika Tak Bisa Serap Anggaran

Wapres Minta Kementerian/Lembaga Siapkan Skenario jika Tak Bisa Serap Anggaran

Nasional
Jerinx Ditahan, Ini Pesan Satgas Covid-19 untuk Figur Publik

Jerinx Ditahan, Ini Pesan Satgas Covid-19 untuk Figur Publik

Nasional
Masker Medis Bekas Dijual Lagi, Kemenkes: Jangan Buang Sembarangan

Masker Medis Bekas Dijual Lagi, Kemenkes: Jangan Buang Sembarangan

Nasional
Sebaran 2.098 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Tertinggi dengan 608

Sebaran 2.098 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Tertinggi dengan 608

Nasional
Polri Dukung Pemberian Sanksi Sosial untuk Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19

Polri Dukung Pemberian Sanksi Sosial untuk Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19

Nasional
Kemenlu: 718 WNI Jemaah Tabligh Masih di Luar Negeri, 701 di India

Kemenlu: 718 WNI Jemaah Tabligh Masih di Luar Negeri, 701 di India

Nasional
Mendagri Sebut Debat Publik Calon Kepala Daerah Bakal Usung Tema Covid-19

Mendagri Sebut Debat Publik Calon Kepala Daerah Bakal Usung Tema Covid-19

Nasional
Wapres Soroti Penyerapan Anggaran yang Rendah di Tengah Pandemi

Wapres Soroti Penyerapan Anggaran yang Rendah di Tengah Pandemi

Nasional
Veronica Koman Mengaku Kembali ke Indonesia Setelah Selesaikan Studi di Australia

Veronica Koman Mengaku Kembali ke Indonesia Setelah Selesaikan Studi di Australia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X