Kompas.com - 09/09/2019, 09:57 WIB
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com — Aktivis hak asasi manusia (HAM) Munir Said Thalib merupakan sosok laki-laki yang sempurna di mata Suciwati. Munir memenuhi segala kriteria yang diinginkan perempuan kelahiran Malang, 23 Maret 1968, itu.

Munir dinilai Suciwati sebagai sosok yang pintar, berintegritas, punya kepedulian terhadap sesama. Adapun yang paling mengesankan Suciwati, Munir tidak gila kuasa.

"Dia melengkapi sosok laki-laki yang selama ini ada di mimpi saya. Dia punya semuanya," ujar Suciwati.

"Buat saya, dia juga tidak arogan, tidak gila kuasa, dia orang yang sederhana. Kalau saya bilang, dia laki-laki impian," tuturnya.

Baca juga: Koordinator Kontras Mengenang Inspirasi dan Pertemuan Terakhir dengan Munir...

Pada Sabtu (7/9/2019), kami bertemu di sebuah kios kecil di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Suasana kedai masih agak ramai ketika kami berbincang.

Puluhan anak muda dengan latar belakang pegiat HAM, seniman, dan mahasiswa baru saja mengikuti acara peringatan 15 tahun kasus pembunuhan Munir.

Meski ramai, pertemuan itu terasa sedikit emosional.

Anak perempuannya, Diva Suukyi Larasati, ikut menemani saat Suciwati menceritakan awal pertemuannya dengan Munir 28 tahun lalu.

Saat itu Suciwati aktif di gerakan buruh Malang, Jawa Timur. Ia mengadvokasi kasus-kasus yang dialami buruh perempuan, dari soal pelecehan hingga perampasan hak.

Baca juga: Tetap Menolak Lupa, 15 Tahun Kematian Munir di Pesawat Garuda

Suatu hari, Lembaga Bantuan Hukum di Malang mengadakan sebuah diskusi mengenai hukum perburuhan. Beberapa teman aktivis meminta Suciwati untuk datang.

Dalam diskusi itulah pertama kali Suciwati bertemu dengan Munir.

"Waktu itu hari Minggu, saya lagi kerja lembur, tapi saya sempatkan mampir. Di situ saya bertemu pertama kali. Tahun 1991. Saya diajak ke diskusi dan dikenalkan sama mereka (aktivis buruh). Cuma sebentar bertemu dan saya pergi begitu saja," ucap Suciwati.

Tidak lama setelah pertemuan itu, Munir mendapat tugas untuk mengelola LBH Malang. Munir sering bertemu dengan Suciwati dalam kerja-kerja advokasi buruh.

Di LBH, keduanya saling berbagi tugas. Munir mengelola gerakan mahasiswa melalui diskusi rutin di kantor LBH. Sementara Suciwati tetap mengorganisasi gerakan buruh.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Emirsyah Satar dalam Pusaran 2 Kasus Korupsi di PT Garuda Indonesia

Emirsyah Satar dalam Pusaran 2 Kasus Korupsi di PT Garuda Indonesia

Nasional
Kejar Teknologi Tinggi, Prabowo Tekankan Pentingnya Kesiapan Pertahanan Teritorial

Kejar Teknologi Tinggi, Prabowo Tekankan Pentingnya Kesiapan Pertahanan Teritorial

Nasional
Wapres Tinjau Gedung Sarinah, Harap UMKM Indonesia Mendunia

Wapres Tinjau Gedung Sarinah, Harap UMKM Indonesia Mendunia

Nasional
Kejagung Usut Dugaan Korupsi Impor Garam di Kemendag Tahun 2016-2022

Kejagung Usut Dugaan Korupsi Impor Garam di Kemendag Tahun 2016-2022

Nasional
Profil Emirsyah Satar, Eks Direktur Utama Garuda Indonesia yang Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Pesawat

Profil Emirsyah Satar, Eks Direktur Utama Garuda Indonesia yang Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Pesawat

Nasional
Sandal Jadi Barang Penting Jemaah Haji RI saat Cuaca Terik di Arab Saudi

Sandal Jadi Barang Penting Jemaah Haji RI saat Cuaca Terik di Arab Saudi

Nasional
Demokrat Nilai Menduetkan Ganjar-Anies Bukan Solusi Hentikan Keterbelahan di Masyarakat

Demokrat Nilai Menduetkan Ganjar-Anies Bukan Solusi Hentikan Keterbelahan di Masyarakat

Nasional
Komisi II Sebut Warga Ingin Rencana Pemekaran Wilayah Tak Usik Keberadaan Orang Asli Papua

Komisi II Sebut Warga Ingin Rencana Pemekaran Wilayah Tak Usik Keberadaan Orang Asli Papua

Nasional
Mardani Maming Ajukan Praperadilan ke PN Jakarta Selatan

Mardani Maming Ajukan Praperadilan ke PN Jakarta Selatan

Nasional
Alasan KSAD Dudung soal Doktrin Kartika Eka Paksi Perlu Direvisi

Alasan KSAD Dudung soal Doktrin Kartika Eka Paksi Perlu Direvisi

Nasional
YLKI Minta Pemerintah Pikirkan Opsi yang Memudahkan untuk Beli Minyak Goreng Curah

YLKI Minta Pemerintah Pikirkan Opsi yang Memudahkan untuk Beli Minyak Goreng Curah

Nasional
Golkar Anggap Wajar Surya Paloh Usulkan Duet Ganjar dan Anies

Golkar Anggap Wajar Surya Paloh Usulkan Duet Ganjar dan Anies

Nasional
BEM UI Akan Demo ke DPR Selasa Besok, Tuntut Transparansi RKUHP

BEM UI Akan Demo ke DPR Selasa Besok, Tuntut Transparansi RKUHP

Nasional
Tentang Ketegangan Cak Imin dengan PBNU yang Disindir Yenny Wahid...

Tentang Ketegangan Cak Imin dengan PBNU yang Disindir Yenny Wahid...

Nasional
Kejagung Tetapkan Emirsyah dan Soetikno Tersangka, KPK Siap Bersinergi

Kejagung Tetapkan Emirsyah dan Soetikno Tersangka, KPK Siap Bersinergi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.