PSI Beryukur Bisa Bantu Pulangkan 14 WNI Korban Nikah Paksa di China

Kompas.com - 06/09/2019, 17:28 WIB
Sebanyak 14 perempuan warga negara Indonesia (WNI) korban pernikahan paksa di China akhirnya kembali ke Tanah Air pada awal pekan ini. Mereka kembali ke Indonesia setelah diadvokasi oleh Partai Solidaritas Indonesia. KOMPAS.com/IhsanuddinSebanyak 14 perempuan warga negara Indonesia (WNI) korban pernikahan paksa di China akhirnya kembali ke Tanah Air pada awal pekan ini. Mereka kembali ke Indonesia setelah diadvokasi oleh Partai Solidaritas Indonesia.
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 14 perempuan warga negara Indonesia (WNI) korban pernikahan paksa di China akhirnya kembali ke Tanah Air pada awal pekan ini.

Menurut Partai Solidaritas Indonesia (PSI), 14 perempuan itu kembali ke Indonesia setelah dibantu advokasi.

" PSI mengucapkan puji syukur kepada Tuhan YME karena 14 korban human trafficking di Tiongkok telah kembali ke Indonesia dengan selamat," kata kuasa hukum keluarga korban dan anggota Lembaga bantuan hukum (LBH) PSI, Muannas Alaidid, dalam jumpa pers di Kantor DPP PSI, Jakarta, Jumat (8/9/2019).

Para korban yang masih berusia belia itu hari ini dikumpulkan di Kantor DPP PSI, di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Baca juga: Hendak Dibawa ke Jakarta, 4 Gadis NTT Diduga Korban Human Trafficking Selamat karena Menangis

Sambil menangis, sejumlah korban yang mengenakan masker dan kacamata hitam bercerita bagaimana mereka mendapat penyiksaan selama berada di China.

Kasus perdagangan manusia ini terungkap saat Muannas menjadi calon legislatif di dapil Karawang, Bekasi, dan Purwakarta.

Saat berkampanye, ia dimintai tolong keluarga untuk menjadi kuasa hukum agar korban dapat dipulangkan ke Indonesia.

Para korban itu berasal dari Purwakarta, Subang, Bandung, Tangerang, dan Tegal. Korban diiming-imingi pekerjaan dan gaji besar sebagai penjual kosmetik di China.

Ternyata korban malah dinikahkan dengan pria setempat, dengan surat izin orangtua yang dipalsukan. Dari pengakuan korban, mereka diperjualbelikan oleh calo dengan harga Rp 400 juta per orang.

"Kemudian, dengan jaringan PSI di sana, kami membantu korban agar bisa keluar dari penyekapan, termasuk menyediakan transportasi dan penginapan sampai para korban sampai di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Baijing dengan selamat," ucap Muannas.

Baca juga: PSI Lapor soal Korban Human Trafficking di China, Grace Bilang Jokowi Langsung Telepon Menlu

Muannas mengatakan, hukum lokal yang rumit membuat proses pemulangan korban berlangsung lama dan berlarut-larut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X