Cerita Ponselnya Pecah, Deputi IV Kemenpora Tak Menyangka Dibelikan yang Baru oleh Sekjen KONI

Kompas.com - 01/08/2019, 19:58 WIB
Tiga terdakwa kasus dugaan suap dana hibah Kemenpora kepada KONI, mantan Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana (tengah), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemenpora Adhi Purnomo (kanan) dan Staf Kemenpora Eko Triyanto (kiri) mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (18/7/2019). Sidang beragenda mendengarkan keterangan seorang saksi meringankan bagi terdakwa Adhi Purnomo dan Eko Triyanto, sedangkan terdakwa Mulyana tidak mengajukan saksi meringankan. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj. ANTARA FOTO/Indrianto Eko SuwarsoTiga terdakwa kasus dugaan suap dana hibah Kemenpora kepada KONI, mantan Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana (tengah), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemenpora Adhi Purnomo (kanan) dan Staf Kemenpora Eko Triyanto (kiri) mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (18/7/2019). Sidang beragenda mendengarkan keterangan seorang saksi meringankan bagi terdakwa Adhi Purnomo dan Eko Triyanto, sedangkan terdakwa Mulyana tidak mengajukan saksi meringankan. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga ( Kemenpora) Mulyana mengaku pernah menceritakan telepon selulernya yang retak ke sopir Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI) Ending Fuad Hamidy bernama Atam.

Hingga akhirnya, Ending memberikan ponsel baru kepada Mulyana.

Pengakuan ini disampaikan Mulyana saat diperiksa sebagai terdakwa kasus dugaan suap terkait alokasi dana hibah Kemenpora ke KONI.

"Memang merek saya Apple, pasti berkualitas lah, pasti bagus. Tapi faktanya, udah pecah. Jadi saya sampaikan (ke Atam) handphone saya udah rusak," kata Mulyana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (1/8/2019).


Baca juga: Terdakwa Suap Kemenpora Pernah Ungkap Ingin Cicil Rumah ke Sekjen KONI

Dalam persidangan, Mulyana bercerita, saat itu ia tidak berpikir bahwa ceritanya ke Atam akan diteruskan ke Ending.

Ia pun tak menyangka cerita soal ponselnya yang rusak itu sampai ke telinga Ending.

"Saya pikir Pak Atam hanya sopir saja, tidak menyampaikan, tetapi akhirnya disampaikanlah. Setelah itu saya baru sadar, mungkin ada itulah yang jadi musibah (terjerat kasus suap)," ujar dia. 

Hingga akhirnya, Ending menyerahkan ponsel merek Samsung Galaxy Note 9 lewat Bendahara KONI Johny E Awuy ke Mulyana. 

Ponsel tersebut diserahkan Johny ke Mulyana pada 27 September 2018 di Restoran Bakso Lapangan Tembak Senayan.

"Terus kenapa saudara terima? Kalau cuma bercanda cerita saja, kenapa enggak ditolak bilang oh enggak Pak saya cuma bercanda kok Pak, enggak usah. Jadi kenapa saudara terima?" kata jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ronald Worotikan.

Baca juga: Terdakwa Mulyana Ungkap Alasannya Terima Rp 300 Juta dari Sekjen KONI

Mulyana mengaku sungkan menolak pemberian Hamidy, lantaran Samsung Galaxy Note 9 itu diberikan oleh Johny yang merupakan pensiunan perwira TNI berpangkat laksamana muda.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X