Kompas.com - 31/07/2019, 17:24 WIB
‎Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, Mohammad saat di gerai jenang, Jalan Sunan Muria 33A Kudus, Jateng, Sabtu (2/6/2018). KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTO‎Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, Mohammad saat di gerai jenang, Jalan Sunan Muria 33A Kudus, Jateng, Sabtu (2/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir mengatakan, rencanan merekrut rektor asing untuk memimpin perguruan tinggi negeri (PTN) adalah demi meningkatkan kualitas PTN itu sendiri.

Nasir menargetkan, PTN yang dipimpin rektor asing mencapai peringkat 100 besar dunia.

"(Kita tantang calon rektor asing) kamu bisa tidak tingkatkan ranking perguruan tinggi ini menjadi 200 besar dunia? Setelah itu tercapai, berikutnya 150 besar dunia. Setelah itu 100 besar dunia. Harus seperti itu," ujar Nasir seperti dikutip dari Setkab.go.id, Rabu (31/7/2019).

Baca juga: Usulkan PTN Boleh Dipimpin Rektor Asing, Nasir Sudah Lapor Jokowi

Kebijakan rektor warga negara asing asing memimpin perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi publik lumrah dilakukan di luar negeri. Negara-negara Eropa, bahkan Singapura juga melakukan hal yang sama.

Nasir mencontohkan Nanyang Technological University (NTU) di Singapura yang baru didirikan pada 1981, namun saat ini sudah masuk 50 besar dunia.

"NTU itu berdiri tahun 1981. Mereka di dalam pengembangan ternyata mereka mengundang rektor dari Amerika dan dosen-dosen beberapa besar. Mereka dari berdiri belum dikenal, sekarang bisa masuk 50 besar dunia," papar Nasir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah menargetkan, pada 2020, sudah ada perguruan tinggi yang dipimpin rektor terbaik dari luar negeri. Lalu pada 2024 jumlahnya ditargetkan meningkat menjadi lima PTN.

Meski demikian, Nasir memastikan, hal ini baru sebatas wacana. Ada sejumlah hal yang mesti diputuskan terlebih dahulu sebelum kebijakan itu dilaksanakan.

Baca juga: Tentukan Gaji Rektor Asing PTN, Nasir akan Bahas dengan Sri Mulyani

Nasir sudah melaporkan rencana kebijakan ini kepada Presiden Jokowi. Ia berharap Presiden mendorong penataan ulang regulasi demi terwujudnya kebijakan itu.

"Saya laporkan kepada Bapak Presiden, ini ada regulasi yang perlu ditata ulang. Mulai dari peraturan pemerintah, peraturan menteri kan mengikuti peraturan pemerintah," kata dia.

Adapun mengenai gaji rektor asing itu, Nasir mengaku, akan segera membahasnya dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani. 

 

Kompas TV Objek wisata Tangkuban Perahu akan dibuka kembali pada Kamis, 1 Agustus 2019 pasca-meletusnya Gunung Tangkuban Parahu pada Jumat, 26 Juli 2019. Tangkuban Parahu dibuka setelah adanya keputusan rapat dari pihak pengelola, PVMBG dan Pemprov Jawa Barat. Sementara, aktivitas vulkanik masih teramati petugas pos PVMBG. Petugas kepolisian dan brimob Jabar juga masih bersiaga di pintu masuk. Bagi, kalian yang mau berlibur ke Gunung Tangkuban Parahu tetap hati-hati ya meski sudah dibuka kembali. #gunungtangkubanparahu #gunungtangkubanparahumeletus #gunungmeletus
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.