Gibran-Kaesang Dinilai Sukses Curi Empati Netizen, Tangkis Haters Jokowi

Kompas.com - 27/07/2019, 06:15 WIB
Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, kedua putra Presiden Joko Widodo saat wawancara eksklusif dengan Kompas.com, di Solo, Jawa Tengah, Minggu (27/8/2017). KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGGibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, kedua putra Presiden Joko Widodo saat wawancara eksklusif dengan Kompas.com, di Solo, Jawa Tengah, Minggu (27/8/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Aktivitas Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep, dua putra Presiden Joko Widodo, di media sosial Twitter dinilai efektif menangkis serangan ' haters' Jokowi.

Pengamat komunikasi Agus Sudibyo mengatakan, persona Gibran dan Kaesang yang terkesan nyeleneh serta santai menanggapi hinaan dan kritikan warganet sukses menimbulkan persepsi publik bahwa Jokowi dan keluarganya tidak antikritik.

"Kaesang dan Gibran ini semakin menegaskan image, gambaran, yang muncul di publik bahwa Presiden Jokowi dan keluarganya ini keluarga yang terbuka terhadap sorotan masyarakat, keluarga yang sanggup menerima kritik dengan bijak," kata Agus kepada Kompas.com, Jumat (26/7/2019).

Baca juga: Gibran dan Kaesang Masuk Bursa Pilkada Kota Solo, Apa Kata Jokowi?

Direktur Indonesia New Media Watch tersebut menuturkan, gaya komunikasi yang diterapkan Kaesang dan Gibran disebut sebagai gaya komunikasi yang empatik.

Gaya komunikasi yang empatik, kata Agus, terlihat dari gaya bahasa yang digunakan oleh Kaesang dan Gibran yakni bahasa yang santai, rileks, bahkan cenderung slenge'an.

Menurut Agus, gaya tersebut sukses merebut empati masyarakat karena masyarakat senang melihat cara Gibran dan Kaesang yang menanggapi santai kritikan-kritikan pedas terhadap ayahnya.

"Jadi menghadapi kritik, menghadapi serangan itu dengan rileks, dengan santai, dengan bercanda, bahkan menampilkan cara komunikasi yang tidak konfrontatif. Cara komunikasi yang menimbulkan empati pada pembacanya," kata Agus.

Baca juga: Mungkinkah Gibran dan Kaesang Terjun ke Dunia Politik?

Agus melanjutkan, gaya Gibran dan Kaesang itu sepertinya memang ditujukan kepada generasi milenial. Menurut Agus, gaya bahasa tersebut tak pas bila ditujukan pada generasi yang lebih tua.

"Model komunikasi seperti itu yang inline dengan sensitivitas generasi milenial. kalau generasi milenial dihadapi dengan model komunikasi yang formal itu kan malah ga cocok," kata dia.

Bila ditinjau ke belakang, Gibran dan Kaesang beberapa kali menanggapi kritikan warganet terhadap Jokowi lewat akun media sosial mereka.

Baca juga: Nama Gibran-Kaesang di Bursa Kepala Daerah dan Restu dari Jokowi...

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menurut Ketua KPU, Pilkada 2020 akan Jadi Sejarah Indonesia

Menurut Ketua KPU, Pilkada 2020 akan Jadi Sejarah Indonesia

Nasional
KPK Terima 621 Keluhan Terkait Penyaluran Bansos

KPK Terima 621 Keluhan Terkait Penyaluran Bansos

Nasional
Jelang Pilkada 2020, KASN Terima 369 Aduan Terkait Netralitas ASN

Jelang Pilkada 2020, KASN Terima 369 Aduan Terkait Netralitas ASN

Nasional
Jusuf Kalla: Pemimpin dalam Situasi Darurat Harus Cepat dan Tegas

Jusuf Kalla: Pemimpin dalam Situasi Darurat Harus Cepat dan Tegas

Nasional
Sidang Perdana Praperadilan Kedua Ruslan Buton Digelar Senin Hari Ini

Sidang Perdana Praperadilan Kedua Ruslan Buton Digelar Senin Hari Ini

Nasional
Kepala P2TP2A Diduga Perkosa Anak , KPAI Sebut Ada Kecolongan Saat Rekrutmen

Kepala P2TP2A Diduga Perkosa Anak , KPAI Sebut Ada Kecolongan Saat Rekrutmen

Nasional
Anak Diduga Diperkosa Kepala P2TP2A, KPAI Minta Aturan Rekrutmen ASN Perlindungan Anak Dikaji Ulang

Anak Diduga Diperkosa Kepala P2TP2A, KPAI Minta Aturan Rekrutmen ASN Perlindungan Anak Dikaji Ulang

Nasional
Pilkada Digelar di Zona Merah-Hijau, Kemendagri: Protokolnya Beda

Pilkada Digelar di Zona Merah-Hijau, Kemendagri: Protokolnya Beda

Nasional
Kepala BPKH: Pendaftar Jemaah Haji Baru Turun Hingga 50 Persen

Kepala BPKH: Pendaftar Jemaah Haji Baru Turun Hingga 50 Persen

Nasional
Tanggulangi Covid-19, Kementerian ESDM Realokasi Anggaran Rp 3,46 Triliun

Tanggulangi Covid-19, Kementerian ESDM Realokasi Anggaran Rp 3,46 Triliun

Nasional
Kasus Eks Dirut PT DI, KPK Panggil Eks Direktur Keuangan

Kasus Eks Dirut PT DI, KPK Panggil Eks Direktur Keuangan

Nasional
Soal Kalung Antivirus, Kementan Diminta Tunjukkan Hasil Riset

Soal Kalung Antivirus, Kementan Diminta Tunjukkan Hasil Riset

Nasional
UPDATE: Tambah 1 Orang, RSKI Pulau Galang Rawat 15 Pasien Positif Covid-19

UPDATE: Tambah 1 Orang, RSKI Pulau Galang Rawat 15 Pasien Positif Covid-19

Nasional
Anak Diduga Diperkosa Kepala P2TP2A, KPAI Akui Upaya Perlindungan Anak Ternodai

Anak Diduga Diperkosa Kepala P2TP2A, KPAI Akui Upaya Perlindungan Anak Ternodai

Nasional
UPDATE: Tambah 9, RSD Wisma Atlet Tangani 667 Pasien Positif Covid-19

UPDATE: Tambah 9, RSD Wisma Atlet Tangani 667 Pasien Positif Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X