Sederet Pernyataan Amien Rais, Jokowi "Mudeng" Demokrasi hingga Rekonsiliasi 55:45

Kompas.com - 23/07/2019, 14:03 WIB
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN)  Amien Rais (tengah) menunjukkan buku berjudul Jokowi People Power saat jeda pemeriksaan untuk Shalat Jumat di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/5/2019). Amien Rais diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan makar dengan tersangka Eggi Sudjana. ANTARA FOTO/APRILLIO AKBARKetua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais (tengah) menunjukkan buku berjudul Jokowi People Power saat jeda pemeriksaan untuk Shalat Jumat di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/5/2019). Amien Rais diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan makar dengan tersangka Eggi Sudjana.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pernyataan yang dilontarkan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, selalu menarik perhatian.

Pasca-pertemuan antara dua calon presiden, Joko Widodo dan Prabowo Subianto, Amien sempat menyampaikan sejumlah pernyataan.

Salah satunya, ia mengungkap dua syarat rekonsiliasi antara kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan Joko Widodo-Ma'ruf Amien.

Dua syarat itu adalah ide yang diajukan kubu Prabowo serta pembagian kursi 55:45 di dalam pemerintahan.

Berikut sederet pernyataan Amien Rais pasca-pertemuan Jokowi-Prabowo beberapa waktu lalu, yang dirangkum dari sejumlah pemberitaan Kompas.com:

Baca juga: Amien Rais Singgung Rekonsiliasi 55:45, Ternyata Ini Maksudnya...

Kok nyelonong?

Amien Rais mempertanyakan sikap Prabowo yang tidak meminta izin kepada dirinya sebelum bertemu dengan Jokowi.

"Sama sekali saya belum tahu. Makanya itu, mengapa kok tiba-tiba nyelonong?" kata Amien, Sabtu (13/7/2019), seperti dikutip dari pemberitaan Kompas.com.

Dia mengakui, Prabowo mengirimkan surat kepadanya.

Akan tetapi, surat itu belum dikirimkan ke kediamannya yang ada di Jakarta, sehingga Amien belum mengetahui isinya.

Lebih terhormat di luar pemerintahan

Amien meminta Prabowo dan partainya mengawasi jalannya pemerintahan selama lima tahun ke depan dengan menjadi oposisi.

Baca juga: Ketua DPP Perindo: Amien Rais Minta 55:45, Kontribusinya Apa?

Menurut dia, Prabowo akan lebih terhormat jika berada di luar pemerintahan.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X