Mantan Komando Tim Mawar Kekeuh untuk Tempuh Jalur Hukum Selain Hak Jawab

Kompas.com - 18/06/2019, 10:35 WIB
Mantan Komandan Tim Mawar Mayjen TNI (Purn) Chairawan di kantor Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2019). KOMPAS.com/Devina HalimMantan Komandan Tim Mawar Mayjen TNI (Purn) Chairawan di kantor Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Komandan Tim Mawar Mayjen TNI (Purn) Chairawan kekeuh tidak mau menyelesaikan perkara dengan majalah Tempo lewat hak jawab saat datang untuk mediasi di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Selasa (18/6/2019).

Dalam perkara ini, Chairawan melaporkan Majalah Tempo kepada Dewan Pers perihal artikel dugaan keterlibatan Tim Mawar dalam kerusuhan di beberapa titik di Jakarta, pada 21-22 Mei 2019.

"Begini, hak jawab itu salah satu solusi, bukan hak mutlak. Kalau kita yang merasa dirugikan tidak mau hak jawab, kita menempuh prosedur pidana sebagai hak warga negara," ujar kuasa hukum Chairawan, Hendrianyah.

Baca juga: Perwakilan Majalah Tempo dan Eks Komandan Tim Mawar Akan Hadiri Mediasi di Dewan Pers

 

Menurut Hendrianyah, pihaknya tetep mengedepankan hukum dalam perkara ini. Chairawan, tuturnya, merasa bahwa jalur hukum jadi jalan lain selain hak jawab.

Ia menuturkan, Chairawan hendak menempuh jalur hukum dengan beralasan artikel majalah Tempo telah merusak citra dirinya.

"Ya klien kami (Chairawan) ya merasa terganggu. Chairawan resah dan tidak nyaman karena dikaitkan dengan kerusuhan," ungkapnya kemudian.

Baca juga: Hari Ini, Dewan Pers Panggil Majalah Tempo dan Eks Komandan Tim Mawar untuk Mediasi

 

Sebelumnya, kuasa hukum Chairawan, Herdiansyah, mengatakan, pelaporan itu dilakukan karena artikel tersebut dianggap menghakimi Tim Mawar secara keseluruhan.

"Di sini Beliau merasa dirugikan secara pribadi karena Beliau ex dari Tim Mawar yang menurut Beliau langsung men-judge bahwa Tim Mawar ini terlibat dalam kerusuhan 21-22 Mei 2019," kata Herdiansyah di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2019).

Tim Mawar dikenal sebagai sebuah tim dalam Kesatuan Komando Pasukan Khusus Grup IV TNI AD. Tim ini diduga melakukan penculikan aktivis dalam tragedi 1998.

Baca juga: Moeldoko: Tak Ada Tim Mawar dalam Kerusuhan 22 Mei

Dalam laporan Majalah Tempo edisi 10 Juni 2019, mantan anggota Tim Mawar, Fauka Noor Farid, diduga terkait dengan aksi kerusuhan tersebut dan disebutkan berada di sekitar Gedung Bawaslu saat kerusuhan.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X