Setara Institute: Pembubaran HTI Belum Jadi Solusi Kurangi Penyebaran Radikalisme di Kampus

Kompas.com - 31/05/2019, 18:56 WIB
Kompas TV Polisi menangkap seorang polisi wanita atau polwan karena diduga terpapar paham radikal. Dia ditangkap di Bandara Juanda Sidoarjo, Jawa Timur. Perempuan asal Maluku Utara ini ditangkap polisi di Bandara Juanda Minggu (26/5/2019) siang. Dari hasil penyelidikan sementara, polisi dia merupakan personel Polda Maluku Utara berpangkat bripda. Menurut rencana dia akan diterbangkan ke Mapolda Maluku Utara setelah diperiksa Propam Polda Jawa Timur. Polda Maluku Utara membantah tudingan salah satu anggotanya terpapar paham radikalisme. Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Maluku Utara. Bripda N-O-S meninggalkan wilayah tugas tanpa izin pimpinan. Namun belum diketahui alasan Bripda N-O-S meninggalkan tugas tanpa izin pimpinan. #Radikalisme #Polwan #PoldaMalukuUtara

Penyebaran narasi intoleransi dan radikalisme di kampus bisa disebut sebagai ancaman bagi Pancasila.

"Dalam situasi tertentu, kondisi ini sesungguhnya berpotensi menjadi ancaman bagi Pancasila, demokrasi, dan NKRI," kata dia.

Baca juga: Cegah Radikalisme, Kementerian PUPR Gandeng BNPT

Untungnya, ada harapan dari beberapa kampus yang telah melakukan upaya untuk meningkatkan semangat toleransi di dalam kampus.

Halili mengatakan aktor-aktor kunci di perguruan tinggi memainkan peranan penting dalam hal ini.

Misalnya yang terjadi di Institut Pertanian Bogor (IPB), di bawah kepemimpinan Rektor Arif Satria, IPB membuka masjid di kampus untuk seluruh paham keislaman.

Baca juga: Polri: Belum Ada Indikasi Keluarga Pimpinan JAD Lampung Terpengaruh Radikalisme

Kemudian juga membuat program IPB bersholawat dan melakukan sentralisasi kegiatan keislaman di masjid.

Dengan begitu, kegiatan keagamaan di tempat-tempat tertutup tidak boleh dilakukan.

Ada juga Universitas Negeri Yogyakarta yang mengadakan konser band di kampus dan event UNY njathil.

Halili mengatakan jathilan dalam hal ini sering dipandang kelompok Islam eksklusif sebagai tradisi yang bisa merusak akidah.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X