Kasus Sofyan Basir, KPK Kembali Panggil Menteri ESDM Ignasius Jonan

Kompas.com - 20/05/2019, 09:39 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan memberikan kuliah umum tentang Wawasan Kebangsaan di Auditorium Benedictus Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (6/4/2019). Menteri Ignasius Jonan menjelaskan mengenai pencapaian-pencapaian pemerintah khususnya di bawah kewenangan Kementerian ESDM dalam upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat terutama yang berada di daerah-daerah pelosok dan terpencil di Indonesia. ANTARA FOTO/Moch Asim/wsj.ANTARA FOTO/Moch Asim Menteri ESDM Ignasius Jonan memberikan kuliah umum tentang Wawasan Kebangsaan di Auditorium Benedictus Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (6/4/2019). Menteri Ignasius Jonan menjelaskan mengenai pencapaian-pencapaian pemerintah khususnya di bawah kewenangan Kementerian ESDM dalam upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat terutama yang berada di daerah-daerah pelosok dan terpencil di Indonesia. ANTARA FOTO/Moch Asim/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan pada Senin (20/5/2019).

Jonan rencananya diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau.

Pemanggilan ini merupakan jadwal ulang pemeriksaan terhadap Jonan sebagai saksi.

Pada Rabu (15/5/2019), Jonan tak menghadiri pemeriksaan karena melakukan perjalanan dinas ke Jepang, Amerika Serikat dan wilayah Eropa.


Baca juga: 8 Fakta Sidang Seputar Keterlibatan Dirut PLN Sofyan Basir dalam Dugaan Suap

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SFB (Sofyan Basir)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Senin.

Dalam kasus PLTU Riau-1, Sofyan diduga bersama-sama membantu mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan kawan-kawan menerima hadiah atau janji dari Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited.

Baca juga: Fakta Pemeriksaan Sofyan Basir: Tak Ditahan hingga Akui Bertemu Idris Marham dan Eni Maulani

Hal itu terkait kepentingan proyek Independent Power Producer (IPP) PLTU Riau-1.

Sofyan disangka melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 hurut b atau pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 ayat (2) KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X