KPU: Situng Bagian dari Transparansi Kepemiluan

Kompas.com - 16/05/2019, 17:31 WIB
Komisioner KPU Ilham Saputra KOMPAS.com/Fitria Chusna FarisaKomisioner KPU Ilham Saputra

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Ilham Saputra menegaskan, Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) adalah bagian dari transparansi kepemiliuan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mengakui hal tersebut.

"Kalau dilihat kan keputusan Bawaslu bahwa tidak menghentikan situng karena bagian dari transparansi kepemiluan kita," ujar Ilham seusai rapat pleno di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2019).

Ilham menambahkan, transparansi tersebut bisa dipantau oleh masyarakat melalui formulir C1 yang diinput ke Situng. Jika ada data yang berbeda, bisa diperbaiki di rapat rekapitulasi.

Baca juga: KPU Apresiasi Putusan Bawaslu agar Situng Tetap Dilanjutkan

"Jadi enggak ada masalah, problemnya apa, kita transparan kok," tegasnya.

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memutuskan KPU melanggar tata cara dan prosedur dalam input data Situng Pemilu 2019.

"KPU terbukti secara sah melanggar tata cara dan prosedur dalam input data sistem informasi pemungutan suara atau situng," kata Ketua Majelis Hakim Bawaslu, Abhan dalam sidang putusan di Kantor Bawaslu RI, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Baca juga: Patuhi Putusan Bawaslu, KPU Tetap Lanjutkan Situng

Dalam putusannya, Bawaslu memerintahkan KPU untuk memperbaiki tata cara dalam meng-input data dalam sistem situng.

Selain itu, Bawaslu menekankan, keberadaan situng telah diakui oleh undang-undang.

Oleh karena itu, keberadaan situng tetap dipertahankan sebagai instrumen KPU dalam menjamin keterbukaan informasi perhitungan suara pemilu bagi masyarakat.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X