Kasusnya Dibawa ke Ranah Internasional, Ini Tanggapan Novel Baswedan

Kompas.com - 26/04/2019, 13:39 WIB
Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan ditemui di depan kediamannya di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (11/4/2019). Dua tahun kasusnya tak juga selesai, Novel berharap Presiden Joko Widodo membentuk tim gabungan pencari fakta. Kompas.com / Tatang GuritnoPenyidik Senior KPK, Novel Baswedan ditemui di depan kediamannya di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (11/4/2019). Dua tahun kasusnya tak juga selesai, Novel berharap Presiden Joko Widodo membentuk tim gabungan pencari fakta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan berterima kasih kepada Amnesty International yang membawa kasus penyerangan terhadapnya ke ranah internasional.

Novel berharap hal ini menjadi dorongan bagi presiden untuk segera membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) yang bersifat independen.

"Saya berharap parlemen Amerika Serikat dan negara-negara lain yang terkait bisa membantu untuk mendesak pemerintah Indonesia menjadikan pengungkapan serangan kepada orang-orang KPK sebagai prioritas," ujar Novel di Gedung KPK Jakarta, Jumat (26/4/2019).

Baca juga: Amnesty International Siap Bawa Kasus Novel Baswedan ke Kongres Parlemen AS


Menurut Novel, selama ini kasus-kasus penyerangan terhadap pegawai KPK seperti diabaikan. Hal itu dinilai membuat kasus penyerangan serupa semakin berpotensi terjadi.

Novel berharap penuntasan kasus penyerangan terhadap dirinya betul-betul diperhatikan oleh presiden. Sebab, memberikan perlindungan terhadap KPK dan penegak hukum lainnya sama saja dengan menjadikan pemberantasan korupsi sebagai isu strtategis.

"Dengan desakan dari dunia internasional, kami berharap ke depan pemerintah menjadikan ini sebagai hal yang penting untuk dijadikan prioritas dalam pengungkapannya," kata Novel.

Baca juga: Bertemu Pimpinan KPK, Tim Gabungan Bahas Penanganan Kasus Novel Baswedan

Organisasi hak asasi manusia Amnesty International siap membawa isu tentang penyiraman air keras terhadap Novel ke ranah internasional. Salah satunya, isu tersebut akan disampaikan dalam kongres parlemen di Amerika Serikat.

Manajer Kampanye Amnesty International Indonesia Puri Kencana Putri mengatakan, Amnesty International sebagai organisasi HAM internasional berkomitmen untuk mendorong upaya penegakan hukum dan antikorupsi di Indonesia selaras dengan komitmen standar internasional.

Baca juga: Novel Baswedan Tak Takut Teror dan Berharap Komitmen Kedua Capres...

Secara khusus, Amnesty International mendorong agar presiden yang terpilih selama 5 tahun mendatang memiliki komitmen kuat dalam menuntaskan kasus Novel.

Pengungkapan kasus tersebut dinilai bagian penting dalam memberikan perlindungan hukum dan HAM terhadap penegak hukum di bidang antikorupsi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X