TKN: Prabowo Tak Perlu Reaktif Sikapi Hasil Quick Count

Kompas.com - 20/04/2019, 15:00 WIB
Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto saat mendeklarasikan kemenangannya pada Pilpres 2019 di kediaman Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (19/4/2019). Prabowo kembali mendekalarasikan kemenangannya versi real count internal BPN sebesar 62 persen. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGCapres nomor urut 02, Prabowo Subianto saat mendeklarasikan kemenangannya pada Pilpres 2019 di kediaman Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (19/4/2019). Prabowo kembali mendekalarasikan kemenangannya versi real count internal BPN sebesar 62 persen.

JAKARTA, KOMPAS.com — Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Masinton Pasaribu, mengkritik calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang sudah mengklaim menang dalam Pilpres 2019.

"Para kandidat tak perlu reaktif dengan hasil quick count. Kalau langsung deklarasi kan jadi lucu-lucuan," kata Masinton dalam diskusi Polemik bertajuk "Pemilu Serentak yang Menghentak" di D'Consulate Resto & Lounge, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4/2019).

Baca juga: BPN: Sandiaga Tak Dampingi Prabowo di Acara Syukuran karena Sakit

Masinton juga mengkiritik sikap Prabowo yang enggan mengakui dan menghormati hasil penghitungan cepat sejumlah lembaga survei.


"Masa kalau enggak sesuai (hasilnya) dengan partai dan capres, ditolak," ucapnya.

Menurut Masinton, hasil penghitungan cepat lembaga belum pernah meleset jauh dari Pemilu 2004.

Baca juga: Prabowo: Hari Ini, Saya dan Sandiaga Deklarasikan Kemenangan sebagai Presiden dan Wapres 2019-2024

Jadi, kata dia, sikap Prabowo yang enggan mengakui data quick count sama dengan tidak menghargai suara rakyat.

"Jika melawan, itu melawan kehendak rakyat. Quick count sudah ada dari 2004 hingga kini. Hasilnya tak jauh beda dengan real count. Kalau survei, mungkin bisa meleset, tapi quick count hampir sama dengan KPU," tutur Masinton.

Prabowo diminta menghargai hasil suara masyarakat yang sudah dirangkum dalam penghitungan cepat.

Baca juga: Tanpa Sandiaga, Prabowo Sapa Para Pendukung Seusai Deklarasi Klaim Kemenangan

"Pemilu adalah sarana melahirkan pemimpin legitimasi sesuai dengan keinginan rakyat. Rakyat sudah memberikan pilihannya kepada calon pemimpin dan wakilnya. Secara umum pelaksanaan relatif bagus tak terkecuali di luar negeri. Ini yang harus kita hormati betul soal pilihan rakyat," kata Masinton.

Sebelumnya, Prabowo didampingi cawapres Sandiaga Uno kembali melakukan deklarasi kemenangan di rumahnya di Jalan Kartanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Prabowo masih yakin menang berdasarkan hasil exit poll, quick count, hingga real count yang dilakukan pihak internalnya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X