AHY Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Resmi Pemilu 2019 dari KPU

Kompas.com - 17/04/2019, 22:59 WIB
Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) bersama Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan (kanan) dan Ketua Fraksi Demokrat DPR Edhie Baskoro Yudhoyono di DPP Demokrat, Rabu (17/4/2019).DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) bersama Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan (kanan) dan Ketua Fraksi Demokrat DPR Edhie Baskoro Yudhoyono di DPP Demokrat, Rabu (17/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta semua pihak untuk tak terpaku pada hasil hitung cepat atau quick count dalam Pemilu 2019.

 

Hal itu dikatakan AHY dalam konferensi pers di Kantor DPP Demokrat, Jakarta, Rabu (17/4/2019) malam.

"Kita tahu sampai malam hari ini kita sedang melakukan rekapitulasi suara dan itu dilakukan secara paralel dengan metodologi quick count atau hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei yang ditampilkan di berbagai media elektronik yang kita saksikan," kata AHY.

Baca juga: AHY Akan Pantau Quick Count di DPP Demokrat

Oleh karena itu, ia meminta semua pihak agar menunggu penghitungan rill yang sedang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sebab, KPU merupakan otoritas berwenang yang harus dihormati. Hal itu, kata AHY, berlaku dalam hasil penghitungan suara pemilihan presiden dan wakil presiden serta pemilihan calon anggota legislatif.

"Kita menghormati proses penghitungan suara secara kredibel yang dilakukan KPU. Bahwa kami akan menghormati dan menunggu hasil resmi KPU. Itu langkah terbaik bagi kita semua termasuk dalam konteks pemilihan legislatif," ujar putra Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Baca juga: AHY Minta Masyarakat Sudahi Perselisihan karena Perbedaan Pilihan Politik

AHY juga berharap agar semua pihak tetap mengawal proses penyaluran dan penghitungan suara. Ia tak ingin Pemilu 2019 diwarnai kecurangan.

"Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diharapkan, terutama kecurangan yang terjadi di TPS maupun di tempat lainnya dalam proses penghitungan suara ini," kata dia.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X