Kepolisian Malaysia Kerja Sama dengan Polri Usut Penemuan Surat Suara Pemilu

Kompas.com - 16/04/2019, 14:19 WIB
Sebuah video yang beredar di Facebook menunjukkan adanya satu ruangan berisi kantong-kantong plastik terisi penuh surat suara yang sudah tercoblos. Video ini menyebutkan bahwa surat suara itu ditemukan di sebuah gedung di Malaysia dan surat suara itu sudah dicoblos lebih dulu. FacebookSebuah video yang beredar di Facebook menunjukkan adanya satu ruangan berisi kantong-kantong plastik terisi penuh surat suara yang sudah tercoblos. Video ini menyebutkan bahwa surat suara itu ditemukan di sebuah gedung di Malaysia dan surat suara itu sudah dicoblos lebih dulu.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Polisi Diraja Malaysia (PDRM) siap bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terkait penemuan sejumlah dokumen yang diduga mempunyai kaitan dengan Pemilu 2019 di Kajang, Selangor dan Bangi.

Dalam pernyataannya, Selasa (16/4/2019), Kepala PDRM Irjen Tan Sri Mohamad Fuzi Harun mengatakan, walaupun kasus itu tidak mengakibatkan pelanggaran Undang-Undang Malaysia, PDRM melakukan penyelidikan untuk menentukan bentuk tindakan yang bisa diambil untuk membantu Pemerintah Indonesia.

Penemuan ratusan kantong hitam dan putih yang diduga berisikan kertas surat suara Pemilu 2019 di rumah toko Kajang dan Bangi menjadi viral di sosial media Kamis lalu.

Baca juga: Ini Alasan KPU dan Bawaslu Belum Bisa Cek Surat Suara Tercoblos di Malaysia

Sementara itu, anggota Bawaslu RI Rahmad Bagja dan Ketua Panwaslu Yaza Azzahara kemarin telah berkunjung ke Kepolisian Kajang dan bertemu dengan DSP Mohamad Sukardi dan ASP Radzee.

"PDRM telah mengambil perhatian khusus terkait laporan masyarakat terhadap dugaan penyalahgunaan surat suara," kata Yaza Azzahara ketika dimintai tanggapan, seperti dikutip Antara.

Langkah yang sedang dilakukan, ujar dia, adalah melakukan koordinasi yang intensif antara PDRM dan Polri untuk segera menyerahkan dokumen yang diduga surat suara karena saat ini berada di Kantor Polisi (IPD) Kajang.

Baca juga: Menanti Kejelasan soal Surat Suara Tercoblos di Malaysia

"Pihak Indonesia dalam hal ini KPU dan Bawaslu ingin melihat secara fisik barang bukti," katanya lagi.

Yaza mengatakan, pihak PDRM waktu itu mengatakan, pihaknya sebenarnya takut karena barang dokumen tersebut sensitif.

"Kami harus ada arahan dari Kepala PDRM. Dalam hal ini mohon KBRI berkirim surat," katanya lagi.

Yaza mengatakan, KBRI sudah berkirim surat pada Sabtu (13/4), untuk meminta pengembalian dokumen. Namun, pihak PDRM mengatakan, tidak mungkin selesai hingga Rabu (17/4).

"Mereka mengatakan akan dikeluarkan sesuai arahan IJP (Inspektur Jenderal Polisi) karena sudah ada di meja IJP atau Kepala PDRM," katanya.

Baca tentang


Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X