Jawab Ma'ruf Amin, Prabowo Akui Jadi Bagian dari 1 Persen Elite

Kompas.com - 13/04/2019, 22:42 WIB
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato kebangsaan di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4/2019). Dalam pidato kebangsaan pamungkas tersebut Prabowo Subianto mengumumkan 80 nama yang menurutnya putra-putri terbaik bangsa.ANTARA FOTO/MOCH ASIM Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato kebangsaan di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4/2019). Dalam pidato kebangsaan pamungkas tersebut Prabowo Subianto mengumumkan 80 nama yang menurutnya putra-putri terbaik bangsa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengakui ia bagian dari satu persen elite yang menguasai kekayaan negara.

Hal ini disampaikan Prabowo dalam debat kelima pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019) malam, yang mengangkat tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi, serta perdagangan dan industri.

Prabowo menjawab pertanyaan dari Cawapres 01 Ma'ruf Amin. Awalnya Ma'ruf menyinggung soal Prabowo yang kerap kali bicara soal satu persen elite menguasai kekayaan negara.

"Bapak sering mengatakan 1 persen elit terlalu banyak aset. Melihat kekayaan Pak Prabowo-Sandi mungkin juga termasuk dalam elite itu. Mungkin ya," ujar Ma'ruf.


Baca juga: Prabowo: Kita Harus Berani Kejar Mereka yang Selama Ini Hindari Pajak

Ma'ruf lalu bertanya bagaimana Prabowo-Sandi bisa mengatasi ketimpangan apabila mereka terpilih memimpin Indonesia untuk lima tahun mendatang.

Prabowo pun lalu mengakui bahwa ia merupakan bagian dalam satu persen elite.

"Saya selalu di mana-mana mengatakan saya bagian dari satu persen itu pak. Saya tidak pernah menutupi," kata Prabowo.

"Tapi saya mengatakan, saya bagian dari satu persen yang mengerti tanggung jawab saya untuk negara bangsa dan rakyat," sambung Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Baca juga: Ditanya Jokowi soal Mobile Legend, Prabowo Singgung Petani hingga Nelayan

Prabowo mengatakan, jangankan harta,  jiwa dan raganya siap ia berikan kepada rakyat.

Mengenai menciptakan pemerataan, Prabowo bertekad menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, serta melakukan investasi besar besaran kesehatan dan pendidikan.

"Kita harus intervensi dimana ada kelaparan. Kita beri susu dan makan pagi di SD kalau perlu di SMP-SMA. Ini sudah dilaksanakan di DKI oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan," kata Prabowo yang partainya mengusung Anies di pilgub DKI 2017 lalu.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jokowi Menikmati Minggu Malam dengan Menyantap Pho di TIS Square Tebet

Jokowi Menikmati Minggu Malam dengan Menyantap Pho di TIS Square Tebet

Nasional
Minggu Malam, Jokowi dan Keluarga Nongkrong di TIS Square Tebet

Minggu Malam, Jokowi dan Keluarga Nongkrong di TIS Square Tebet

Nasional
Jaksa Terjerat Suap, Jaksa Agung Minta Jangan Digeneralisasi

Jaksa Terjerat Suap, Jaksa Agung Minta Jangan Digeneralisasi

Nasional
Demi Cegah Kebakaran Hutan, Pemerintah Diminta Evaluasi Izin Konsesi Lahan

Demi Cegah Kebakaran Hutan, Pemerintah Diminta Evaluasi Izin Konsesi Lahan

Nasional
Walhi Kalteng: Kami Tak Minta Ganti Rugi, tetapi Minta Pemerintah Jalankan Kewajiban

Walhi Kalteng: Kami Tak Minta Ganti Rugi, tetapi Minta Pemerintah Jalankan Kewajiban

Nasional
Kejati DKI Jakarta Terima Barang Bukti dan 218 Tersangka Kasus Kerusuhan 21-22 Mei

Kejati DKI Jakarta Terima Barang Bukti dan 218 Tersangka Kasus Kerusuhan 21-22 Mei

Nasional
Walhi Tuntut Pemerintah Bangun Rumah Sakit Khusus bagi Korban Karhutla

Walhi Tuntut Pemerintah Bangun Rumah Sakit Khusus bagi Korban Karhutla

Nasional
Sesepuh Kejaksaan Harap Jaksa Agung Selanjutnya dari Internal dan Bukan Politisi

Sesepuh Kejaksaan Harap Jaksa Agung Selanjutnya dari Internal dan Bukan Politisi

Nasional
[POPULER DI KOMPASIANA] Risalah Hoaks Kabinet Jokowi-Ma'ruf | Istri Dipaksa Melayani Suami | Berhentilah Nyinyir Drama Korea

[POPULER DI KOMPASIANA] Risalah Hoaks Kabinet Jokowi-Ma'ruf | Istri Dipaksa Melayani Suami | Berhentilah Nyinyir Drama Korea

Nasional
Ditolak PKB, Waketum PAN Sebut soal Kabinet Hak Prerogatif Presiden

Ditolak PKB, Waketum PAN Sebut soal Kabinet Hak Prerogatif Presiden

Nasional
MPR Minta Sistem Presidensial Diperkuat

MPR Minta Sistem Presidensial Diperkuat

Nasional
Lewat Ludruk, MPR Sosialisasikan Empat Pilar ke Masyarakat Sumenep

Lewat Ludruk, MPR Sosialisasikan Empat Pilar ke Masyarakat Sumenep

Nasional
Hari Anak, Ini Pesan Kepala BKKBN untuk Orangtua...

Hari Anak, Ini Pesan Kepala BKKBN untuk Orangtua...

Nasional
Polisi Kejar 5 Terduga Provokator dan Pelaku Bentrok Mesuji

Polisi Kejar 5 Terduga Provokator dan Pelaku Bentrok Mesuji

Nasional
Susi: Kalau Minum Pakai Sedotan Plastik, Malu-maluin...

Susi: Kalau Minum Pakai Sedotan Plastik, Malu-maluin...

Nasional
Close Ads X