Elektabilitas Parpol Menurut Survei Terbaru Tiga Lembaga

Kompas.com - 26/03/2019, 09:45 WIB
Petugas KPU menyiapkan peralatan untuk acara Validasi dan Persetujuan Surat Suara Anggota DPR, Presiden dan Wakil Presiden di kantor Pusat KPU, Jakarta, Jumat (4/1/2019). Validasi dan persetujuan yang ditandatangani oleh pengurus partai politik peserta pemilu tersebut dilakukan untuk memastikan penulisan nama dan foto peserta pemilu benar. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj. 
MUHAMMAD ADIMAJA Petugas KPU menyiapkan peralatan untuk acara Validasi dan Persetujuan Surat Suara Anggota DPR, Presiden dan Wakil Presiden di kantor Pusat KPU, Jakarta, Jumat (4/1/2019). Validasi dan persetujuan yang ditandatangani oleh pengurus partai politik peserta pemilu tersebut dilakukan untuk memastikan penulisan nama dan foto peserta pemilu benar. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemungutan suara Pemilu 2019 akan digelar pada 17 April 2019. Menjelang pemilu, sejumlah lembaga survei merilis hasil survei elektabilitas partai politik.

Berdasarkan survei beberapa lembaga, PDI Perjuangan selalu menempati peringkat teratas. Posisi PDI-P diikuti Partai Gerindra dan Golkar di posisi dua dan tiga besar.

Sementara di posisi papan tengah ada Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sementara itu, empat parpol pendatang baru, yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Perindo, Garuda, dan Berkarya, dinilai masih kesulitan melawan dominasi partai-partai lama.


Baca juga: Survei Vox Populi Sebut PDI-P Raih Elektabilitas Tertinggi, Partai Garuda Terendah

Demikian pula parpol lama yang pada 2014 tak lolos ke parlemen, seperti PKPI dan PBB, juga diprediksi mendapatkan suara di bawah satu persen.

Adapun Partai Hanura menjadi satu-satunya parpol lama di parlemen yang diprediksi berada di deretan bawah.

Berikut hasil survei terbaru tiga lembaga yang dirangkum Kompas.com, Selasa (26/3/2019):

Survei Litbang Kompas (22 Februari-5 Maret 2019)

PDI-P: 26,9 persen
Gerindra: 17 persen
Golkar: 9,4 persen
PKB: 6,8 persen
Demokrat: 4,6 persen
PKS: 4,5 persen
PAN: 2,9 persen
PPP: 2,7 persen
Nasdem: 2,6 persen
Perindo: 1,5 persen
PSI: 0,9 persen
Hanura: 0,9 persen
PBB: 0,4 persen
PKPI: 0,2 persen
Berkarya 0,5 persen
Garuda: 0,2 persen

Belum menentukan pilihan: 18,2 persen

Baca juga: Survei Charta Politika: Elektabilitas PSI Tertinggi di Antara Parpol Baru

Survei Charta Politika (1-9 Maret 2019)

PDI-P: 24,8 persen
Gerindra: 15,7 persen
Golkar: 9,8 persen
PKB: 7,2 persen
Demokrat: 5,1 persen
Nasdem: 4,9 persen
PKS: 4,1 persen
PPP: 3,6 persen
PAN: 3,2 persen
PSI: 1,4 persen
Perindo: 1,3 persen
Hanura: 0,8 persen
PBB: 0,4 persen
Berkarya: 0,4 persen
PKPI: 0,3 persen
Garuda: 0,2 persen

Tidak tahu/tidak menjawab: 17,1 persen

Survei Vox Populi (5-15 Maret 2019)

PDI-P: 26,8 persen
Gerindra: 15,1 persen
Golkar: 10,2 persen
PKB: 7,1 persen
Demokrat: 5,3 persen
NasDem: 4,3 persen
PAN: 3,9 persen
PSI: 3,7 persen
PKS: 3,4 persen
PPP: 2,9 persen
Perindo: 1,8 persen
Hanura: 1,1 persen
Berkarya: 0,9 persen
PBB: 0,6 persen
PKPI: 0,3 persen
Garuda: 0,2 persen

Tidak tahu/tidak jawab: 12,4 persen

Buku: Data dan Infografik Pemilu Anggota DPR RI dan DPD RI 2014 Perolehan Suara Partai Politik pada Pemilu 2014

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jokowi Menikmati Minggu Malam dengan Menyantap Pho di TIS Square Tebet

Jokowi Menikmati Minggu Malam dengan Menyantap Pho di TIS Square Tebet

Nasional
Minggu Malam, Jokowi dan Keluarga Nongkrong di TIS Square Tebet

Minggu Malam, Jokowi dan Keluarga Nongkrong di TIS Square Tebet

Nasional
Jaksa Terjerat Suap, Jaksa Agung Minta Jangan Digeneralisasi

Jaksa Terjerat Suap, Jaksa Agung Minta Jangan Digeneralisasi

Nasional
Demi Cegah Kebakaran Hutan, Pemerintah Diminta Evaluasi Izin Konsesi Lahan

Demi Cegah Kebakaran Hutan, Pemerintah Diminta Evaluasi Izin Konsesi Lahan

Nasional
Walhi Kalteng: Kami Tak Minta Ganti Rugi, tetapi Minta Pemerintah Jalankan Kewajiban

Walhi Kalteng: Kami Tak Minta Ganti Rugi, tetapi Minta Pemerintah Jalankan Kewajiban

Nasional
Kejati DKI Jakarta Terima Barang Bukti dan 218 Tersangka Kasus Kerusuhan 21-22 Mei

Kejati DKI Jakarta Terima Barang Bukti dan 218 Tersangka Kasus Kerusuhan 21-22 Mei

Nasional
Walhi Tuntut Pemerintah Bangun Rumah Sakit Khusus bagi Korban Karhutla

Walhi Tuntut Pemerintah Bangun Rumah Sakit Khusus bagi Korban Karhutla

Nasional
Sesepuh Kejaksaan Harap Jaksa Agung Selanjutnya dari Internal dan Bukan Politisi

Sesepuh Kejaksaan Harap Jaksa Agung Selanjutnya dari Internal dan Bukan Politisi

Nasional
[POPULER DI KOMPASIANA] Risalah Hoaks Kabinet Jokowi-Ma'ruf | Istri Dipaksa Melayani Suami | Berhentilah Nyinyir Drama Korea

[POPULER DI KOMPASIANA] Risalah Hoaks Kabinet Jokowi-Ma'ruf | Istri Dipaksa Melayani Suami | Berhentilah Nyinyir Drama Korea

Nasional
Ditolak PKB, Waketum PAN Sebut soal Kabinet Hak Prerogatif Presiden

Ditolak PKB, Waketum PAN Sebut soal Kabinet Hak Prerogatif Presiden

Nasional
MPR Minta Sistem Presidensial Diperkuat

MPR Minta Sistem Presidensial Diperkuat

Nasional
Lewat Ludruk, MPR Sosialisasikan Empat Pilar ke Masyarakat Sumenep

Lewat Ludruk, MPR Sosialisasikan Empat Pilar ke Masyarakat Sumenep

Nasional
Hari Anak, Ini Pesan Kepala BKKBN untuk Orangtua...

Hari Anak, Ini Pesan Kepala BKKBN untuk Orangtua...

Nasional
Polisi Kejar 5 Terduga Provokator dan Pelaku Bentrok Mesuji

Polisi Kejar 5 Terduga Provokator dan Pelaku Bentrok Mesuji

Nasional
Susi: Kalau Minum Pakai Sedotan Plastik, Malu-maluin...

Susi: Kalau Minum Pakai Sedotan Plastik, Malu-maluin...

Nasional
Close Ads X