Elektabilitas Prabowo-Sandiaga Naik Versi Survei Litbang "Kompas", Ini Tanggapan BPN

Kompas.com - 20/03/2019, 13:00 WIB
Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak saat ditemui di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOKoordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak saat ditemui di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Koodinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, pihaknya semakin optimistis pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dapat memenangkan Pilpres 2019, jika mengacu pada survei terbaru Litbang Kompas.

Survei terbaru yang dilakukan Litbang Kompas pada 22 Februari-5 Maret 2019 menunjukkan, elektabilitas pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 itu berada di angka 37,4 persen, berjarak 11,8 persen dengan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan 49,2 persen.

Jika dibandingkan survei pada Oktober 2018, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin mengalami penurunan, sementara elektabilitas Prabowo-Sandiaga naik.

Baca juga: Survei Litbang Kompas: Elektabilitas Jokowi-Maruf Turun 3,4 Persen, Prabowo-Sandi Naik 4,7 Persen


"Apabila melihat tren survei Kompas tersebut, kepastian Prabowo Sandi menang di depan mata, gelombang perubahan agaknya tidak bisa dibendung lagi," ujar Dahnil saat dihubungi, Rabu (20/3/2019).

Dahnil menilai, pasangan petahana dapat diprediksi kalah jika elektabilitasnya saat ini di bawah 50 persen.

Sebab, hanya tersisa kurang dari satu bulan jelang masa pencoblosan pada 17 April 2019.

Ia juga membandingkan hasil survei tersebut dengan hasil Pilpres 2014. Diketahui, pasangan Jokowi-Jusuf Kalla meraih kemenangan dengan 70.997.85 suara atau 53,15 persen.

Sedangkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa meraih 62.576.444 suara (46,85 persen).

"Apalagi bila dibandingkan dengan hasil pemilu 2014 yg lalu, malah justru angka itu semakin mengkhawatirkan bagi petahana," kata Dahnil.

Baca juga: Survei Litbang Kompas: Elektabilitas Jokowi-Maruf 49,2 Persen, Prabowo-Sandiaga 37,4 Persen

Kendati demikian, kata Dahnil, pihaknya akan terus mengantisipasi manuver politik yang dilakukan kubu pasangan Jokowi-Ma'ruf.

"Jadi, kami pasti akan terus antisipasi politik 'kalap bin panik' yang menghalalkan segala cara mulai memobilisir ASN, aparatur hukum dan lain-lain termasuk antisipasi kecurangan yang mungkin terjadi," kata dia.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X