Prabowo: Saya Terus Terang, Saya Enggak Mengerti Salahnya Ahmad Dhani

Kompas.com - 15/03/2019, 22:44 WIB
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato politik di hadapan pendukungnya di Jambi, Kamis (14/3/2019). Dalam kunjungan bertajuk Prabowo Menyapa Masyarakat Provinsi Jambi yang dihadiri ribuan pendukung tersebut, Prabowo menyoroti sejumlah persoalan diantaranya soal tarif listrik, sembako dan harga jual hasil perkebunan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/ama.ANTARA FOTO/WAHDI SEPTIAWAN Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato politik di hadapan pendukungnya di Jambi, Kamis (14/3/2019). Dalam kunjungan bertajuk Prabowo Menyapa Masyarakat Provinsi Jambi yang dihadiri ribuan pendukung tersebut, Prabowo menyoroti sejumlah persoalan diantaranya soal tarif listrik, sembako dan harga jual hasil perkebunan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/ama.

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengaku heran dengan kasus ujaran kebencian yang menjerat Ahmad Dhani.

Alasannya, ia tidak melihat adanya delik pidana yang dilakukan Ahmad Dhani melalui akun Twitter-nya, @AHMADDHANIPRAST.

Hal itu diungkapkan Prabowo saat memberikan pembekalan relawan Prabowo-Sandiaga di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Jumat (15/3/2019).

"Saya terus terang saja, saya enggak mengerti salahnya Ahmad Dhani, mana delik kesalahannya saya tidak mengerti," ujar Prabowo.


Baca juga: Jika Terpilih, Prabowo Janji Serahkan Mayoritas Saham Perusahaannya ke Negara

Prabowo menilai, hakim yang menjatukan vonis terhadap Ahmad Dhani telah melakukan hal yang zalim. Ia sempat berseloroh dan berharap bahwa hakim tersebut dapat tidur nyenyak.

"Semoga hakim yang putuskan hukuman bisa tidur nyenyak tiap malam," kata Prabowo.

"Semoga dia (hakim) cepat sadar bahwa yang dia lakukan adalah zalim," kata dia.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menjatuhkan vonis hukuman penjara selama satu tahun enam bulan kepada terdakwa Ahmad Dhani.

Hakim menilai, Dhani melanggar Pasal 45A Ayat 2 juncto Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP.

Baca juga: Di Hadapan Para Relawan, Prabowo Janji Tak Cari Kekayaan Pribadi jika Terpilih

Kasus ini bermula saat Dhani berkicau melalui akun Twitter @AHMADDHANIPRAST yang nadanya dianggap menghasut dan penuh kebencian terhadap pendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Atas kicauannya, Dhani dilaporkan oleh Jack Lapian yang merupakan pendiri BTP Networks atas tuduhan ujaran kebencian.

Dhani dianggap telah menuliskan pernyataan bersifat sarkastis pada akun Twitter-nya, @AHMADDHANIPRAST.


Terkini Lainnya


Close Ads X