Tanggapi Kasus Andi Arief, Fahri Hamzah Singgung soal Operasi Intelijen

Kompas.com - 05/03/2019, 14:57 WIB
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat ditemui seusai Sidang Paripurna Masa Sidang I Tahun 2018-2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10/2018). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOWakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat ditemui seusai Sidang Paripurna Masa Sidang I Tahun 2018-2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10/2018).
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai tertangkapnya Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief karena kasus narkoba akan membuat masyarakat berpikir bahwa aparat kepolisian saat ini sengaja digunakan untuk mencari kesalahan tokoh oposisi.

Ia lalu menyinggung soal operasi intelijen yang pernah disampaikan oleh calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

"Saya khawatir ini yang disebut oleh Pak Prabowo itu, jangan sampai ada operasi intelijen disitu. Jangan opreasi intelijen untuk menegakan hukum. Nanti malah kacau ini," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Fahri mengingatkan bukan kali ini saja tokoh-tokoh oposisi yang kritis dengan pemerintah dijerat kasus hukum. Ia menyinggung kasus yang menjerat musisi Ahmad Dhani dan aktivis Ratna Sarumpaet.


"Orang akhirnya berpikir demikan. Ada pengintipan politik, ada penggalangan terhadap tokoh politik, tokoh-tokoh politik itu ditarget," ucap Fahri.

Baca juga: Demokrat Yakin Kasus Andi Arief Tak Pengaruhi Elektabilitas

Fahri menyarankan pemerintah berhenti melakukan tindakan yang bisa membuat publik curiga. Jika tidak, maka hal itu akan merugikan pemerintah dan Presiden Joko Widodo sendiri yang kembali maju sebagai petahana di Pilpres 2019.

"Tolong lah janganlah aktivis-aktivis itu dihajar soal moral. Nanti kalau ngehajar isu moral itu orang-orang bisa saling cerita. Disini juga begitu kok, ini cuman enggak ketangkep doang," kata dia.

"Saya agak enek juga dengan isu-isu moral kayak gini, orang diinjek moralnya, saya enek. Apalagi karena dia kritis lalu dhajar moralnya, bahaya dong," tambahnya.

Andi Arief sebelumnya ditangkap oleh aparat kepolisian pada Minggu (3/3/2019) di Hotel Menara Peninsula, Jakarta.

Baca juga: Menurut Fahri, Kasus Andi Arief Merugikan Pemerintah dan Jokowi

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal M. Iqbal mengungkapkan polisi sudah melakukan tes urine terhadap Andi Arief. Hasilnya, Andi diketahui positif mengkonsumsi narkoba jenis sabu.

"Kami sudah melakukan tes urine, terhadap Saudara AA dan positif mengandung metamphetamine atau jenis narkoba yang biasa disebut sabu," ujar Iqbal dalam jumpa pers di Mabes Polri, Senin (4/3/2019).

Iqbal mengungkapkan polisi juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk alat-alat untuk mengkonsumsi narkoba. Namun, barang bukti narkoba yang diduga dikonsumsi Andi Arief tidak ditemukan di lokasi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X