"2019 Prabowo Presiden" Jadi Motivasi Seragam Para Caleg Gerindra - Kompas.com

"2019 Prabowo Presiden" Jadi Motivasi Seragam Para Caleg Gerindra

Kompas.com - 12/02/2019, 11:02 WIB
Calon Presiden nomer urut 02 Prabowo Subianto saat bertemu dengan para korban bencana, kader Partai Gerindra, simpatisan dan relawan di Hotel Santika, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (8/1/2019).Dok. Tim media pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Calon Presiden nomer urut 02 Prabowo Subianto saat bertemu dengan para korban bencana, kader Partai Gerindra, simpatisan dan relawan di Hotel Santika, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (8/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah kader Partai Gerindra memiliki motivasi yang seragam sebagai alasan maju sebagai calon anggota legislatif ( caleg) DPR RI.

Meski berbeda daerah pemilihan, mereka kompak untuk menuliskan '2019 Prabowo Presiden' dalam informasi data diri.

Penelusuran Kompas.com, setidaknya ada 7 caleg di DKI Jakarta yang mencantumkan nama Prabowo dalam motivasinya, antara lain Irlisa Rachmadiana dari Dapil DKI Jakarta II, Indah Muktiningtyas dari Dapil DKI Jakarta I, Asril Hamzah Tanjung dari Dapil DKI I, dan Iwan Sumule Dapil DKI Jakarta I.

Baca juga: Caleg Kembar asal Banyuwangi Ricco-Riccy Antar Budaya, Wajah Mirip Bikin Bingung Warga (1)

Ada pula Biem Triani Benjamin Dapil DKI II, Haposan Batubara Dapil DKI Jakarta II, dan Himmatul Aliyah dari Dapil DKI Jakarta II.

Sementara, Habiburokhman dari Dapil DKI Jakarta I menuliskan 2019 ganti presiden dalam kolom motivasinya.

Pencantuman motivasi '2019 Prabowo Presiden' bukan tanpa alasan.

Baca juga: Caleg Terpopuler di DKI: Imam Nahrawi, Tsamara Amany, Yusril Ihza Mahendra

Asril Tanjung, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I, mengatakan, motivasi tersebut merupakan simbolisasi dari keinginan adanya pergantian kepemimpinan.

"Karena kita ingin perubahan ke arah yang lebih bagus. Jangan itu-itu saja. Buktinya lima tahun kan gini-gini saja. Kita harus ada perubahan yang lebih bagus, jadi harus diganti," ujar Asril saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Wakil Ketua Komisi I DPR Asril Tanjung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/12/2018). KOMPAS.com/Devina Halim Wakil Ketua Komisi I DPR Asril Tanjung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Menurut Asril, tidak ada kewajiban dari partainya atau ketua umum untuk mencantumkan '2019 Prabowo Presiden' dalam data diri masing-masing caleg.

Baca juga: Menerka Pertarungan Caleg di DKI Jakarta...

Motivasi itu, kata Asril, muncul dari kesadaran pribadi para caleg.

"Kami mengevaluasi sendiri. Apalagi selama lima tahun terakhir ini kita banyak persoalan kan," kata dia.

Coattail effect

Asril mengakui sosok Prabowo sebagai calon presiden juga memberikan efek ekor jas atau coattail effect dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2019.

Artinya, ketokohan Prabowo juga memberikan pengaruh terhadap tingkat keterpilihan para caleg. Sebab, Prabowo memiliki asosiasi yang kuat dengan Partai Gerindra.

Baca juga: Cerita Caleg: Manfaatkan Wefie hingga Vlog Dekati Relawan dan Calon Pemilih

Di sisi lain, motivasi tersebut menjadi salah satu upaya para caleg dalam memenangkan Prabowo di Pilpres 2019.

"Ya, itu juga ada pengaruhnya dalam kampanye," kata Asril.

Terkait efek ekor jas, peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Ardian Sopa, menilai, Partai Gerindra diuntungkan dalam Pileg 2019 karena bisa memperoleh berkah elektoral dari ketua umumnya, Prabowo Subianto.

Baca juga: Survei Charta Politika: Caleg Pendatang Baru Populer, tetapi Elektabilitas Caleg Petahana Unggul

Posisi Prabowo sebagai calon presiden pada Pilpres 2019 membuat Partai Gerindra mendapatkan coattail effect.

 

Menurut Ardian, berkah elektoral ini membuat Gerindra mampu menyalip elektabilitas Golkar, yang selama ini selalu menempati peringkat satu atau dua dalam pemilu.

"Partai Gerindra adalah partai yang kuat asosiasinya dengan capres Prabowo Subianto. Kuatnya asosiasi Prabowo membuat Gerindra diuntungkan," kata Ardian Sopa di Kantor LSI, Jakarta, Selasa, (8/1/2018).


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X