Perayaan Imlek bagi Muslim Tionghoa di Indonesia...

Kompas.com - 05/02/2019, 15:31 WIB
Masjid Al Mahdi, bergaya mirip Kelenteng, di komplek Perumahan Armada Estate, Kota Magelang, awal Juni 2017. Kompas.com/Ika FitrianaMasjid Al Mahdi, bergaya mirip Kelenteng, di komplek Perumahan Armada Estate, Kota Magelang, awal Juni 2017.

KOMPAS.com - Tahun baru Imlek begitu ditunggu-tunggu oleh masyarakat Tionghoa, termasuk di Indonesia. Biasanya, mereka melakukan bermacam tradisi sebelum Imlek hingga Cap Go Meh pada akhir perayaan Imlek.

Tradisi itu mulai dari sembahyang di toapekong yang dilaksanakan seminggu sebelum Imlek dengan mengadakan sembahyang untuk mengantar kenaikan dewa ke surga, kemudian dilanjut dengan sembahyang leluhur.

Sembahyang leluhur biasanya dilakukan pada satu hari menjelang peringatan Imlek. Tujuannya adalah untuk memberi tahu pada arwah leluhur bahwa esok adalah hari Imlek dan mereka diundang hadir untuk merayakan bersama anak-cucu yang masih hidup di dunia.

Tak hanya ritual itu saja, acara bersih-bersih rumah sebagai simbol kesucian diri juga dilakukan sebelum mendekati Imlek.

Namun, masyarakat Tionghoa yang tersebar di berbagai belahan dunia tak hanya menganut kepercayaan Konghucu atau Buddha saja.

Mereka ada yang telah pindah keyakinan, kemudian menganut Kristen, Katolik, juga Islam. Maka tak jarang tradisi-tradisi yang kaitannya dengan sembahyang tak dilakukan lagi ketika Imlek.

Baca juga: Memahami Tradisi dan Kepercayaan Terkait Perayaan Imlek...

Proses pembuatan kue keranjang di industri rumah tangga milik Tan Joe Lie di di Jalan Veteran Gang Syukur 3, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (8/2/2018). Kue keranjang merupakan penganan khas berbahan dasar ketan dan gula pasir yang selalu tersaji setiap perayaan Imlek.KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN Proses pembuatan kue keranjang di industri rumah tangga milik Tan Joe Lie di di Jalan Veteran Gang Syukur 3, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (8/2/2018). Kue keranjang merupakan penganan khas berbahan dasar ketan dan gula pasir yang selalu tersaji setiap perayaan Imlek.

Salah seorang keturunan Tionghoa Muslim, Risky Nur Prattama, mengatakan bahwa tradisi yang dilakukan keluarganya hanya sebatas kumpul-kumpul dan makan bareng.

"Dulu ketika masih kecil, ketika Imlek biasanya kumpul bersama keluarga besar dan berbagi angpau. Namun tak melakukan penghidupan dupa dan melakukan tradisi lain. Intinya cuma kumpul," ujar Riski kepada Kompas.com, Senin (4/2/2019).

Seiring berjalannya waktu, tradisi itu mulai tak lagi dilakukan. Bahkan, momen kumpul-kumpul saat Imlek jarang dilakukan lagi. Rumahnya sebagai tempat tinggal juga tak serta merta dihias dengan ornamen merah.

"Sekarang hal itu sudah tak dilakukan lagi, mungkin karena sudah terlalu jauh jalur keturunannya juga ya," kata Riski.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebaran 684 Kasus Baru Covid-19 di 23 Provinsi, Penambahan di Jatim Lampaui Jakarta

Sebaran 684 Kasus Baru Covid-19 di 23 Provinsi, Penambahan di Jatim Lampaui Jakarta

Nasional
Marak Aksi Demonstrasi di AS, Kemlu Imbau WNI Tak Keluar Rumah

Marak Aksi Demonstrasi di AS, Kemlu Imbau WNI Tak Keluar Rumah

Nasional
Jubir Pemerintah: Belum Semua Kasus Covid-19 Bisa Terkonfirmasi

Jubir Pemerintah: Belum Semua Kasus Covid-19 Bisa Terkonfirmasi

Nasional
UPDATE 3 Juni: Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 8.406 Orang, Bertambah 471

UPDATE 3 Juni: Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 8.406 Orang, Bertambah 471

Nasional
ICW Minta Polisi Informasikan Perkembangan Kasus OTT UNJ

ICW Minta Polisi Informasikan Perkembangan Kasus OTT UNJ

Nasional
Update 3 Juni: Tambah 35, Pasien Covid-19 Meninggal Jadi 1.698

Update 3 Juni: Tambah 35, Pasien Covid-19 Meninggal Jadi 1.698

Nasional
UPDATE 3 Juni: Bertambah 684, Total Kasus Covid-19 di Indonesia 28.233

UPDATE 3 Juni: Bertambah 684, Total Kasus Covid-19 di Indonesia 28.233

Nasional
PTUN Perintahkan Jokowi Minta Maaf Atas Pemblokiran Internet Papua

PTUN Perintahkan Jokowi Minta Maaf Atas Pemblokiran Internet Papua

Nasional
Amnesty: Rasialisme Tak Cuma di AS, tetapi Juga Menimpa Masyarakat Papua

Amnesty: Rasialisme Tak Cuma di AS, tetapi Juga Menimpa Masyarakat Papua

Nasional
Baleg DPR Tunda Pembahasan DIM Terkait Koperasi di RUU Cipta Kerja

Baleg DPR Tunda Pembahasan DIM Terkait Koperasi di RUU Cipta Kerja

Nasional
KPK Amankan Tiga Unit Kendaraan Saat Tangkap Nurhadi dan Menantunya

KPK Amankan Tiga Unit Kendaraan Saat Tangkap Nurhadi dan Menantunya

Nasional
Jokowi Berharap Pertumbuhan Ekonomi Tak Sampai Minus

Jokowi Berharap Pertumbuhan Ekonomi Tak Sampai Minus

Nasional
Buka Aduan Khusus Dampak Pandemi Covid-19, Ombudsman Sebut Laporan soal Bansos Paling Tinggi

Buka Aduan Khusus Dampak Pandemi Covid-19, Ombudsman Sebut Laporan soal Bansos Paling Tinggi

Nasional
Anggota DPR Ini Minta Pelatihan Program Kartu Pra Kerja Digelar Offline

Anggota DPR Ini Minta Pelatihan Program Kartu Pra Kerja Digelar Offline

Nasional
Komisi II Gelar Rapat Kerja dengan Mendagri dan KPU Bahas Revisi Anggaran Pilkada 2020

Komisi II Gelar Rapat Kerja dengan Mendagri dan KPU Bahas Revisi Anggaran Pilkada 2020

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X