Wapres Usulkan Premi BPJS Kesehatan Naik untuk Tutup Defisit

Kompas.com - 30/01/2019, 23:27 WIB
Petugas BPJS Kesehatan Kabupaten Bogor sedang melayani seorang warga yang sedang mengurus kartu BPJS Kesehatan, di kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Bogor, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/11/2017). KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi BempahPetugas BPJS Kesehatan Kabupaten Bogor sedang melayani seorang warga yang sedang mengurus kartu BPJS Kesehatan, di kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Bogor, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Sekretariat Wapres, Bambang Widianto, menyatakan Wapres Jusuf Kalla mengusulkan kenaikan premi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk menutup defisit.

"Jadi artinya defisit di BPJS yang harus ditangani. Kalau Pak Wapres usulannya satu, pasti naikin premi, tapi itu juga barangkali belum cukup," kata Bambang saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Selain itu, kata Bambang, Wapres juga mengusulkan agar ada pembatasan jenis penyakit yang ditanggung BPJS Kesehatan sehingga anggarannya tidak defisit.

Ia menambahkan, Wapres juga menguslkan agar pemerintah daerah dilibatkan dalam mengurus BPJS Kesehatan.

Baca juga: Suntikan Dana Rp 10,5 Triliun ke BPJS Belum Bisa Lunasi Pembelian Obat

Bambang mengatakan sedianya pemerintah daerah harus memiliki peran dalam mengurus BPJS lantaran mereka juga mengelola puskesmas yang menjadi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

"Kalau sekarang kan sistemnya RS daerah nagih ke pusat baru dibayar. Kata Wapres sudahlah kasih duitnya ke sana (daerah) semua, gede tuh duitnya. Nanti kalau kurang, baru pemerintah daerah bayar. Kalau begitu ada insentif daerah melakukan upaya promotif preventif," kata dia.

"Sekarang ini enggak ada. Mereka lempar aja ke atas semua. Jadi (sekarang) enggak ada insentif pemerintah daerah untuk membangun fasilitas puskesmasnya. Kan sistem yang dibutuhkan itu sistem primary care tadi," lanjut dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X