Kompas.com - 24/01/2019, 08:14 WIB
Penulis Jessi Carina
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri memasuki usia ke-72 tahun, kemarin, Rabu (23/1/2019). Ulang tahunnya dirayakan dengan pertunjukan seni di Puri Agung, Grand Sahid Jaya yang bertajuk pergelaran "Bangun Pemudi Pemuda".

Ratusan milenial beraksi menampilkan kreativitas masing-masing sambil disaksikan Megawati, Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan beberapa tokoh nasional lain.

Tidak hanya pengisi acaranya yang muda. Bahkan, Mega merasa pakaian yang dia kenakan juga bergaya seperti anak muda. Dia memadankan blouse putih dengan kain batik berwarna oranye.

Baca juga: Megawati dan Cerita Arisan Bersama Para Istri Mantan Menteri...

"Kalau menurut orang Jawa ini sudah menyalahi pakem. Karena apa? Yang namanya kain kok disuruh pakai sama blouse. Tetapi saya ikuti karena katanya itu gaya anak muda. Pas saya lihat oh iya banyak teman juga (yang pakai seperti ini)," kata Mega

Pada perayaan ulang tahunnya kemarin, Megawati sempat menyampaikan beberapa pandangannya mengenai kondisi terkini negeri. Sekaligus memberikan pesan-pesan untuk semua elemen masyarakat.

Untuk pemuda

Ulang tahun Megawati kali ini dimeriahkan dengan aksi para milenial. Tentu, Megawati juga sekaligus memberikan pesan-pesannya kepada generasi muda itu.

Mega mengatakan anak muda harus bebas mengekspresikan kreativitasnya tanpa harus dibatasi stigma tertentu.

Mulanya, dia bercerita pernah ditanya alasan anak muda sekarang lebih menyukai hip hop daripada dangdut.

"Saya bilang enggak jadi soal. Anak muda itu dapat mengekspresikan kehendak mereka seperti apa pun," ujar Mega.

Baca juga: Kenangan Boediono Menjabat Menkeu di Era Megawati

Mega mengatakan, seni adalah sebuah hal yang bebas dan tidak bisa menyebut bahwa seni yang satu lebih baik dari seni lainnya.

Baik dangdut maupun hip hop merupakan seni yang sama-sama boleh dinikmati.

"Ketika saya mengatakan itu, (dibilang) katanya Bu Mega nenek-nenek tapi milenial juga ya," kata dia.

Untuk perempuan Indonesia

Megawati juga memberi pesan kepada perempuan Indonesia agar mau berkiprah untuk negara seperti dirinya. Sebab, peranan perempuan dalam kontestasi pemilu yang dinilainya masih kurang.

"Saya bilang, kenapa ya perempuan Indonesia tidak mau menjadi seperti saya? Bukan maksudnya mau menyombongkan diri, tetapi sampai hari ini saya the only one the president of Indonesia yang perempuan," ujar Megawati.

Mega kemudian menyinggung buku berjudul "The Brave Lady" yang berisi testimoni tentang dirinya dari para mantan menteri Kabinet Gotong Royong.

Baca juga: Cerita Megawati Tak Mau Tulis Riwayat Hidupnya karena Banyak Dukanya...

Buku itu diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mengikuti jejaknya.

"Nanti ada buku yang akan diberikan juga itu testimoni Kabinet Gotong Royong saya, itu menteri-menterinya," kata dia.

Untuk para penyebar hoaks

Tak ketinggalan, Megawati juga meninggalkan pesan untuk para penyebar hoaks. Dia mengingatkan, setiap orang bertanggung jawab atas apa yang mereka sebar di media sosial.

Termasuk berita-berita bohong yang menurutnya sedang marak terjadi. Megawati menyebut mereka yang berbuat seperti itu sama seperti pengecut.

"Kenapa? Kalau endak suka datang dong. Kalau endak suka dengan Pak Jokowi, datang, berhadapan," kata dia.

Baca juga: Megawati: Kenapa Ya, Perempuan Indonesia Tidak Mau Jadi seperti Saya?

Apalagi, jika ada pandangan mengenai isu-isu anti Pancasila di Indonesia. Megawati mengatakan, Indonesia berlandaskan Pancasila dengan semangat Bhineka Tunggal Ika.

Oleh karena itu, ia meminta pihak-pihak yang tidak setuju dengan hal tersebut untuk berdiskusi, bukan menyebar kebencian.

"Kalau masih ada yang mau bereksperimen bahwa itu enggak cocok, mari tolong datang, tidak bikin rusuh, tidak mengutarakan dengan kebencian, tidak membuat hoaks," ujar Megawati.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usut Korupsi Dana UMKM di Jabar, KPK Dalami Penarikan Uang di Rekening Kopanti

Usut Korupsi Dana UMKM di Jabar, KPK Dalami Penarikan Uang di Rekening Kopanti

Nasional
Demokrat Ajak Golkar Kerja Sama untuk Pilpres 2024: Berdua Cukup

Demokrat Ajak Golkar Kerja Sama untuk Pilpres 2024: Berdua Cukup

Nasional
Soal Revisi KUHP, Anggota DPR: Percayakan ke Kita, Insyaallah Lebih Banyak Manfaat daripada Mudarat

Soal Revisi KUHP, Anggota DPR: Percayakan ke Kita, Insyaallah Lebih Banyak Manfaat daripada Mudarat

Nasional
Jabodetabek PPKM Level 2, Epidemiolog Sarankan WFH

Jabodetabek PPKM Level 2, Epidemiolog Sarankan WFH

Nasional
Zulhas Klaim Harga Minyak Goreng di Jawa, Bali dan Sumatera Sudah Rp 14.000

Zulhas Klaim Harga Minyak Goreng di Jawa, Bali dan Sumatera Sudah Rp 14.000

Nasional
ACT Sebut Benahi Manajemen Sebelum Laporan Dugaan Penyimpangan Terbit

ACT Sebut Benahi Manajemen Sebelum Laporan Dugaan Penyimpangan Terbit

Nasional
UPDATE 5 Juli: Kasus Baru Covid-19 Capai 2.577, Jakarta Tertinggi dengan 1.276 Kasus

UPDATE 5 Juli: Kasus Baru Covid-19 Capai 2.577, Jakarta Tertinggi dengan 1.276 Kasus

Nasional
Pastikan Sapi Kurban Sumbangan Jokowi Sehat, Setpres Kerja Sama dengan Kementan

Pastikan Sapi Kurban Sumbangan Jokowi Sehat, Setpres Kerja Sama dengan Kementan

Nasional
BEM UI Khawatir RKUHP Mengkriminalisasi Aksi Unjuk Rasa

BEM UI Khawatir RKUHP Mengkriminalisasi Aksi Unjuk Rasa

Nasional
ACT Diduga Gelapkan Dana Umat, Sufmi Dasco: Kami Minta Polri Usut Tuntas

ACT Diduga Gelapkan Dana Umat, Sufmi Dasco: Kami Minta Polri Usut Tuntas

Nasional
Nasdem Sebut Surya Paloh Tak Ingin Umumkan Koalisi Saat 'Last Minute'

Nasdem Sebut Surya Paloh Tak Ingin Umumkan Koalisi Saat "Last Minute"

Nasional
Deretan Alasan ACT soal Dugaan Penyimpangan Dana Sumbangan

Deretan Alasan ACT soal Dugaan Penyimpangan Dana Sumbangan

Nasional
Pengganti Megawati di Kursi Ketua Umum PDI-P Kelak Diprediksi dari Trah Soekarno

Pengganti Megawati di Kursi Ketua Umum PDI-P Kelak Diprediksi dari Trah Soekarno

Nasional
Jokowi Sumbang Sapi Kurban ke 34 Provinsi

Jokowi Sumbang Sapi Kurban ke 34 Provinsi

Nasional
Vaksin Booster Jadi Syarat Naik Pesawat dan Masuk Mal, Epidemiolog: Tambah Sentra Vaksinasi

Vaksin Booster Jadi Syarat Naik Pesawat dan Masuk Mal, Epidemiolog: Tambah Sentra Vaksinasi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.