Proyek Pesawat Tempur KF-X dan Hegemoni Teknologi Korsel atas Indonesia

Kompas.com - 18/01/2019, 15:40 WIB
Model pesawat tempur KF-X ini ditampilkan di bagian depan perusahaan penerbangan Korea Aerospace Industries (KAI) di Sacheon, Korea Selatan, Jumat (6/4/2018). Riset untuk pembuatan prototipe pesawat tempur generasi 4,5 ini masih berlangsung sampai 2021. Adapun proyek dijadwalkan rampung pada 2026 dengan produksi 250 pesawat tempur untuk Korea dan Indonesia. KOMPAS/NINA SUSILOModel pesawat tempur KF-X ini ditampilkan di bagian depan perusahaan penerbangan Korea Aerospace Industries (KAI) di Sacheon, Korea Selatan, Jumat (6/4/2018). Riset untuk pembuatan prototipe pesawat tempur generasi 4,5 ini masih berlangsung sampai 2021. Adapun proyek dijadwalkan rampung pada 2026 dengan produksi 250 pesawat tempur untuk Korea dan Indonesia.

Akses ke teknologi Lockheed Martin hanya bisa dibuka bila ada peningkatan status hubungan antara Indonesia dan AS, seperti yang terjadi pada India.

Presiden Barack Obama pada 2016 mengakui India sebagai "mitra utama bidang pertahanan" yang bisa mengakses hampir semua teknologi militer AS.

Pada pertengahan 2018, Presiden Donald Trump menaikkan status India ke STA-1, sekaligus menjadikannya negara Asia ketiga setelah Jepang dan Korea Selatan yang dianggap setara anggota NATO.

Baca juga: Kelanjutan Program Pembuatan Pesawat Tempur KF-X/IF-X Belum Jelas

Status istimewa itu bisa diraih India setelah negosiasi alot selama satu dekade. Walau bukan mustahil, sulit dibayangkan Indonesia bisa meraihnya dalam waktu dekat, terutama ketika sedang berupaya menjadi penyeimbang pengaruh antara AS dan China di kawasan.

Karena itu, mengingat nilai teknologi yang akan didapat ternyata jauh dari harapan, para penentu kebijakan sektor pertahanan Indonesia pada awal 2018 hampir memutuskan keluar dari program KF-X.

Terlebih lagi, Indonesia punya pengalaman lebih panjang daripada Korea Selatan dalam pengembangan pesawat, sehingga alih teknologi di KF-X sebetulnya juga berjalan dua arah.

TNI AU selaku calon pemakai KF-X juga merasa bahwa pesawat yang dihasilkan program ini tanggung, tak cukup canggih untuk menghadapi tantangan masa depan ketika langit kawasan akan dipenuhi jet tempur generasi ke-5.

Dalam satu dekade ke depan, Australia dan Singapura berencana mengoperasikan F-35, sedangkan China sudah menyiapkan dua pesawat tempur siluman. Sejumlah negara Eropa seperti Inggris, Jerman, dan Prancis bahkan sudah mengumumkan rencana pengembangan pesawat tempur generasi ke-6.

Memang, keterlibatan Indonesia dalam program KF-X tak melulu hanya soal peningkatan kemampuan pertahanan, tetapi juga terkait aspek politis.

Lamanya Indonesia membuat keputusan soal KF-X, dari menunda pembayaran sejak 2017 sampai keputusan negosiasi ulang pada Oktober 2018, lebih terkait dengan adanya kekhawatiran bahwa keputusan mundur dari program ini akan merusak hubungan bilateral yang sudah demikian erat.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soroti Isu Pengangguran dalam Pidato Refleksi Politik, SBY Singgung Arab Spring

Soroti Isu Pengangguran dalam Pidato Refleksi Politik, SBY Singgung Arab Spring

Nasional
Eks Koruptor Boleh Maju Pilkada Setelah 5 Tahun, PKB: Kita Tetap Cari yang Bersih

Eks Koruptor Boleh Maju Pilkada Setelah 5 Tahun, PKB: Kita Tetap Cari yang Bersih

Nasional
Nadiem Minta Dinas Pendidikan Petakan Sebaran Guru di Daerah

Nadiem Minta Dinas Pendidikan Petakan Sebaran Guru di Daerah

Nasional
PDI-P Jamin Tak Calonkan Kader Eks Koruptor dalam Pilkada

PDI-P Jamin Tak Calonkan Kader Eks Koruptor dalam Pilkada

Nasional
 PP 71/2019 Jadi Andalan Pemerintah Awasi Konten Pornografi dan Terorisme

PP 71/2019 Jadi Andalan Pemerintah Awasi Konten Pornografi dan Terorisme

Nasional
Dukung Jokowi Capai Pertumbuhan Ekonomi 5,3 Persen, Ini Saran SBY

Dukung Jokowi Capai Pertumbuhan Ekonomi 5,3 Persen, Ini Saran SBY

Nasional
Gugatan Ditolak MK, Faldo Maldini: Keberpihakan pada Anak Muda Hanya Ucapan

Gugatan Ditolak MK, Faldo Maldini: Keberpihakan pada Anak Muda Hanya Ucapan

Nasional
Rampas Pistol Polisi, Perampok Toko Mas di Batubara Tewas Ditembak

Rampas Pistol Polisi, Perampok Toko Mas di Batubara Tewas Ditembak

Nasional
Nadiem Hapus UN, Muhadjir: Yang Penting Niatnya Bukan untuk Gagah-gagahan

Nadiem Hapus UN, Muhadjir: Yang Penting Niatnya Bukan untuk Gagah-gagahan

Nasional
SBY: Pemilu Masih 5 Tahun Lagi, Malu kalau Sudah Mulai Kontestasi

SBY: Pemilu Masih 5 Tahun Lagi, Malu kalau Sudah Mulai Kontestasi

Nasional
KPK Anggap Putusan MK Batasi Ruang Gerak Koruptor

KPK Anggap Putusan MK Batasi Ruang Gerak Koruptor

Nasional
Polisi Dalami Bom Diduga Molotov yang Dilempar ke Rumah Warga di Sleman

Polisi Dalami Bom Diduga Molotov yang Dilempar ke Rumah Warga di Sleman

Nasional
SBY Tegaskan Demokrat di Luar Pemerintahan, tetapi Dukung Kerja Pemerintah

SBY Tegaskan Demokrat di Luar Pemerintahan, tetapi Dukung Kerja Pemerintah

Nasional
Hasto Sebut PDI-P Juga Akan Ikuti SBY Bikin Pidato Refleksi Akhir Tahun

Hasto Sebut PDI-P Juga Akan Ikuti SBY Bikin Pidato Refleksi Akhir Tahun

Nasional
Refleksi Politik SBY: Pemilu 2019 Buruk, Politik Identitas Berlebihan

Refleksi Politik SBY: Pemilu 2019 Buruk, Politik Identitas Berlebihan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X