Politik Identitas dan Ujian Demokrasi

Kompas.com - 11/01/2019, 20:57 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

Hari ini kita disuguhi bentuk nyata dari politik praktis yang menyajikan hoaks kepada publik.

Perseteruan dua kubu antara Jokowi versus Prabowo lima tahun silam tahun ini berulang, hanya wakil mereka berdua saja yang berganti. “Pergantian pemain” juga terjadi di sebagian elit politik yang menyeberang dari kubu Prabowo ke Jokowi maupun sebaliknya.

Memanasnya kontestasi politik menjelang Pilpres ini juga kembali ditandai dengan maraknya hoaks. Kasus mutakhir yakni hoaks surat suara tujuh ton yang sudah dicoblos. Polisi sudah menangkap penyebarnya, Bagus Bawana. Ia memproduksi hoaks demi unggulnya identitas diri dengan menindas identitas orang dan kelompok lain.

Identitas dan tantangan demokrasi

Sebagai bangsa yang sudah dua periode mempraktikkan demokrasi, kita perlu bersyukur karena kita telah melewati masa-masa peralihan kekuasaan dengan relatif damai.

Politik identitas yang kini menyeruak adalah sebuah tantangan. Sebagai sebuah artikulasi politik, demokrasi memberi ruang. 

Sepanjang dilakukan dalam kerangka demokrasi dan tidak menggunakan kekerasan, apapun bentuknya, ia sah-sah saja dilakukan. Hanya jangan sampai merasa paling benar sendiri dan mengintimidasi kelompok-kelompok lain yang berbeda.

Demokasi adalah ruang bebas bagi siapa saja dan kelompok manapun sebagai artikulasinya, sepanjang ia mengedepankan konsensus bersama dan mengamini nilai-nilai demokrasi.

Adalah pluralisme, multikulturalisme, adil gender, nir-kekerasan, HAM, itulah di antaranya nilai-nilai demokrasi yang mesti kita taati dan jalankan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Demikian pula bagi yang merasa lebih nyaman dengan identitas agama, suku, ras, gender yang hendak diperjuangkan. Demokrasi memberi ruang untuk hal-hal tersebut dimunculkan ke ruang publik, sepanjang kembali pada nilai-nilai dasar di dalamnya.

Demokrasi itu bukan masalah menang dan kalah, apalagi dalam politik elektoral yang hanya sekali dalam lima tahun. Terlalu mahal rasanya jika sebagai anak bangsa saling "berkelahi" dan berseteru hanya demi identitas diri dengan mengorbankan identitas orang lain.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X