Politik Identitas dan Ujian Demokrasi

Kompas.com - 11/01/2019, 20:57 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

Lantas siapa yang sesungguhnya dapat mengklaim sebagai “asli” Jawa?

Berangkat dari sini, maka tidak ada yang asli dan tidak asli, karena tergantung dari mana perspektif kita. Oleh karenanya identitas itu menjadi sangat fluid. Ia sangat cair.

Ke-Jawa-an, ke-Sunda-an, ke-Batak-an, ke-Makassar-an, ke-Bugis-an, ke-Madura-an dan lain-lain, dan begitu banyaknya suku di negeri ini jika tidak hati-hati maka kita akan terjebak pada esensialisme.

Kaum esensialis menganggap bahwa identitas merupakan sesuatu yang given adanya, tetap, ajeg, tidak berubah sama sekali.

Identitas kesukuan, keagamaan seseorang misalnya, terbentuk karena pertemuan budaya yang dialami oleh orang tersebut. Sehingga ia menjadi sangat fluid, dapat tumbuh berkembang, tidak berada pada oposisi biner, yang saling berhadap-hadapan.

Dari sini dapat dipahami bahwa ke-Jawaan, ke-Sundaan, ke-Batakan, ke-Bugisan, ke-Maduraan  itu tidak tunggal, tidak ada yang monolitik.

Monolitik dan embrio hoaks

Monolitik itu hanya ada di dalam ruang politik otoritarianistik, diktator, sebagaimana dipraktikkan oleh Rezim Orde Baru di bawah kendali Sang Otoriter Soeharto, selama 32 tahun menguasai Indonesia.

Kekuasaan itu bukan tumbuh oleh dirinya sendiri, namun ia didukung dan dikukuhkan oleh kroni dan para pembantu yang mau saja dicokok hidungnya laksana sapi perahan.

Otoritarianisme melahirkan mental-mental ABS, asal bapak senang. Demi menyenangkan atasan, para bawahan tak jarang memanipulasi data.   

Jadi, sesungguhnya genealogi hoaks di negeri ini bukan muncul tanpa sebab. Ia sudah menubuh di sebagian elit politik di negeri, dan para birokrat bermental jongos yang hanya mengabdi pada kekuasaan dan gelimang  harta di atas keringat dan darah bahkan nyawa rakyatnya yang ditindas.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X