KPU Coret Aceh dan Papua dari Daftar Opsi Lokasi Debat Capres

Kompas.com - 19/12/2018, 14:03 WIB
Ketua KPU Arief Budiman Kompas.com/Fitria Chusna FarisaKetua KPU Arief Budiman

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum ( KPU) mencoret Aceh dan Papua sebagai opsi lokasi debat Pilpres 2019.

Alasannya, debat akan menghabiskan banyak biaya dan energi jika digelar di dua daerah tersebut.

"(Debat Pilpres) tidak jadi (di Aceh dan Papua). Pertimbangannya biaya banyak, energi besar, kan pasti tim dari Jakarta berangkat ke sana semua," kata Ketua KPU Arief Budiman di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/12/2018).

Arief mengatakan, sejauh ini usulan lokasi debat mengerucut di dua lokasi, yaitu Jakarta dan Surabaya.

Baca juga: KPU Gelar Rapat Persiapan Debat Pilpres Bersama Tim Kampanye

Namun demikian, hal ini masih akan dibahas dalam Rapat Persiapan Debat Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Pemilu Pemilu 2019 yang digelar KPU bersama tim kampanye dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, hari ini.

"Waktu minggu lalu kami bahas (lokasi debat) hanya di dua kota, Jakarta dan Surabaya. Tapi masukan sebaiknya di Jakarta semua maka kami putuskan hari ini," ujar Arief.

Baca juga: KPU Usulkan 14 Tema Debat Capres, dari Ekonomi hingga HAM

Sebelumnya, usulan lokasi debat Pilpres muncul dari masyarakat. Banyak pihak yang menginginkan debat digelar di Papua dan Aceh supaya tidak tersentralisasi di Ibu Kota.

"Kita sedang membahas, sebaiknya tidak hanya di Jakarta, tapi juga di daerah lain yang nanti akan kita pertimbangkan secara teknis yang memungkinkan itu akan di mana. Banyak yang menginginkan di Papua, Aceh, tetapi kita sedang mempertimbangkan secara teknis itu memungkinkan atau tidak," kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan di kantor KPU, Senin (26/11/2018).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X