Survei LSI: 70,3 Persen Responden Nilai Kondisi Ekonomi Indonesia Sedang dan Baik

Kompas.com - 27/11/2018, 16:01 WIB
Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, saat memaparkan hasil survei bertajuk Kondisi Ekonomi Tentukan Pemenang Pilpres? di kantor LSI, Jakarta Timur, Selasa (27/11/2018).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, saat memaparkan hasil survei bertajuk Kondisi Ekonomi Tentukan Pemenang Pilpres? di kantor LSI, Jakarta Timur, Selasa (27/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan bahwa saat ini jumlah masyarakat pemilih yang menilai kondisi ekonomi Indonesia dalam keadaan sedang dan baik lebih banyak jika dibandingkan masyarakat pemilih yang menilai kondisi ekonomi dalam keadaan buruk.

Berdasarkan hasil survei LSI, sebesar 70,3 persen dari 1.200 responden menyatakan kondisi ekonomi Indonesia dalam keadaan sedang dan baik.

Sementara, sebanyak 24,7 persen responden menyatakan kondisi ekonomi dalam keadaan buruk dan 5 persen menjawab tidak tahu.

Baca juga: Survei Median: Jokowi Masih Terhambat Masalah Ekonomi dan Kesejahteraan


Peneliti LSI Ardian Sopa mengatakan, persepsi terhadap kondisi ekonomi berpengaruh terhadap dukungan kepada pasangan capres-cawapres pada Pilpres 2019.

Menurut dia, secara umum calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo yang merupakan petahana diuntungkan dengan adanya persepsi positif publik terhadap kondisi ekonomi.

"Secara umum Jokowi diuntungkan oleh persepsi positif publik. Di atas 70 persen publik menilai kondisi ekonomi Indonesia sedang dan baik," ujar Ardian saat memaparkan hasil survei di kantor LSI, Jakarta Timur, Selasa (27/11/2018).

Sedangkan, sebanyak 27,7 persen responden yang menilai ekonomi Indonesia buruk mayoritas memilih pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Di segmen pemilih yang menyatakan ekonomi buruk, prabowo-sandi unggul," kata Ardian.

Ardian mengatakan, persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Pertama, melalui pemberitaan di media massa terkait sektor ekonomi. Faktor kedua yakni dari situasi yang dialami oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

"Pada akhirnya saya merasa persepsi mereka sesuai dengan yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.

Pengumpulan data survei LSI Denny JA dilakukan pada 10 hingga 19 November 2018. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling.

Jumlah responden yang disurvei sebanyak 1.200 responden dan merupakan warga yang telah memiliki hak pilih.

Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. LSI menyatakan margin of error survei tersebut berada di angka 2,9 persen.




Close Ads X