31 Bupati Bertemu Presiden Bahas Investasi, Isu PKI, hingga Ekonomi Kreatif

Kompas.com - 12/11/2018, 17:20 WIB
Ketua Apkasi yang juga Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming, usai bertemu Jokowi di Istana Bogor, Kamis (5/7/2018).KOMPAS.com/Ihsanuddin Ketua Apkasi yang juga Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming, usai bertemu Jokowi di Istana Bogor, Kamis (5/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menerima 31 bupati dari sejumlah daerah di Indonesia. Pertemuan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/11/2018). 

Dalam pertemuan tersebut, Presiden dan para bupati membahas berbagai hal. Antara lain, investasi, isu hoaks dan ekonomi kreatif. 

Menurut Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia ( APKASI) Mardani H Maming, Presiden meminta para bupati mempermudah masuknya investasi agar bisa mendorong perkembangan perekonomian di daerah.

"Presiden memerintahkan para bupati mempermudah investasi, memperpendek birokrasi, mempermudah pelayanan dan menjaga inflasi," kata Mardani, seusai pertemuan, seperti dikutip Antara.


"Ini adalah pertemuan kelima dari pertemuan terbatas yang dilakukan presiden dengan kepala daerah," kata Mardani yang juga Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan itu.

Menurut Mardani, dalam pertemuan itu Kepala Negara juga menjelaskan isu-isu terkini yang sering beredar melalui media sosial. Termasuk hoaks. 

"Beliau menjelaskan isu terkini seperti antek asing, tenaga kerja asing dari China, juga isu PKI yang dibubarkan 1965, padahal beliau lahir 1961, masa ada PKI balita," katanya.

Sementara itu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang juga hadir dalam pertemuan itu mengatakan Presiden Jokowi banyak menyinggung ekonomi kreatif.

"Presiden mendorong supaya para bupati mengembangkan ekonomi kreatif, sektor pendidikan bisa diajak kolaborasi untuk melahirkan entrepreneurs misalnya kopi," katanya.

Baca juga: Bertemu Presiden, Apkasi Minta Tambahan Tunjangan

Ia menyebutkan Indonesia yang merupakan penghasil kopi berkualitas tak boleh kalah dari Italia. "Italia yang tidak menghasilkan kopi tapi warungnya ada di seluruh dunia," katanya.

Menurut dia, Presiden mengajak para kepala daerah fokus agar bisa menghasilkan kinerja yang memuaskan masyarakat.

Azwar mengatakan, para bupati juga mengucapkan terima kasih kepada Jokowi terkait pembangunan infrastruktur. 

"Selama ini banyak kabupaten yang terisolasi, sekarang dengan mudah dapat diakses, misalnya dulu perlu waktu 2-3 jam sekarang hanya sejam termasuk juga Banyuwangi," katanya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorKrisiandi
SumberAntara
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X