Kompas.com - 08/11/2018, 17:51 WIB
Deklarasi Divisi Perempuan Bravo 5 untuk Jokowi-Maruf dalam Pilpres 2019 di Hotel Altlet Century, Kamis (8/11/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Deklarasi Divisi Perempuan Bravo 5 untuk Jokowi-Maruf dalam Pilpres 2019 di Hotel Altlet Century, Kamis (8/11/2018).
Penulis Jessi Carina
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Divisi Perempuan Bravo 5 Kartini Sjahrir merasa keberatan dengan sebutan "emak-emak" yang ditujukan untuk perempuan.

Adik kandung Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan ini mengungkapkan kekecewaanya saat wartawan bertanya terkait deklarasi dukungan Divisi Perempuan Bravo 5 untuk calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. 

Kartini ditanya, apakah keberadaan Bravo 5 untuk menandingi Partai Emak-emak yang merupakan kelompok relawan perempuan pendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. 

Baca juga: Sandiaga Promosi OK OCE di Hadapan Emak-emak"Saya ingin katakan sekali lagi bahwa perempuan itu adalah subyek, mengatakan emak-emak, menaruh perempuan itu di ranah domestik menjadi obyek. Jadi tolong dicatat," ujar Kartini di Hotel Atlet Century, Kamis (8/11/2018).

Kartini mengakui, istilah emak-emak biasa digunakan untuk memanggil seorang ibu. Dia mengaku tak masalah jika istilah itu digunakan saat berkomunikasi dalam konteks pribadi. Namun, maknanya akan terasa berbeda jika "emak-emak" digunakan dalam politik. 

Untuk ranah politik, dia menilai kata "perempuan" lebih baik.

"Meski kita panggil emak kita itu emak, itu adalah soal pribadi. Di dalam konteks politik, itu tidak kita bawa. Kita katakan perempuan," ujar Kartini.

Lebih jauh, Kartini membantah bahwa Bravo 5 hadir untuk menyaingi Partai Emak-emak. Menurut dia, pendirian Bravo 5 menunjukkan bahwa perempuan mampu terjun ke politik.

"Kami hanya ingin mengaktualisasi diri," kata dia.

Baca juga: Tim Prabowo-Sandiaga Pastikan Situs Web Partai Emak-Emak Bebas Hoaks

Sebelumnya Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggagas komunitas Partai Emak-emak, kemarin.

Situs tersebut dapat diakses pada alamat partaiemakemak.co.id. Isi dari situs tersebut seperti, informasi mengenai dunia emak-emak maupun berita terkait kegiatan kampanye dari pasangan Prabowo-Sandi.

Para emak-emak pendukung pasangan tersebut juga dapat mendaftarkan dirinya di situs tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPP PDI-P: Megawati Bertemu Nadiem sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP

Ketua DPP PDI-P: Megawati Bertemu Nadiem sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP

Nasional
Penyidik KPK yang Diduga Peras Wali Kota Tanjungbalai Ditangkap

Penyidik KPK yang Diduga Peras Wali Kota Tanjungbalai Ditangkap

Nasional
Pemerintah Didesak Hentikan Vaksinasi Kelompok Non-rentan Covid-19

Pemerintah Didesak Hentikan Vaksinasi Kelompok Non-rentan Covid-19

Nasional
Amnesty: Vonis Hukuman Mati Indonesia Tahun 2020 Capai Rekor Tertinggi di Masa Kepemimpinan Jokowi

Amnesty: Vonis Hukuman Mati Indonesia Tahun 2020 Capai Rekor Tertinggi di Masa Kepemimpinan Jokowi

Nasional
Mendagri Harap UU Otsus Bisa Jawab Persoalan SDM di Papua

Mendagri Harap UU Otsus Bisa Jawab Persoalan SDM di Papua

Nasional
Saksi Sebut Bank Garansi Rp 52,3 Miliar Merupakan Komitmen Pengekspor Benih Lobster

Saksi Sebut Bank Garansi Rp 52,3 Miliar Merupakan Komitmen Pengekspor Benih Lobster

Nasional
Kemerdekaan Indonesia dan Toleransi Para Pemimpin Islam

Kemerdekaan Indonesia dan Toleransi Para Pemimpin Islam

Nasional
Oknum KPK Diduga Peras Wali Kota Tanjungbalai, Firli Pastikan Tak Akan Tolerir Penyimpangan

Oknum KPK Diduga Peras Wali Kota Tanjungbalai, Firli Pastikan Tak Akan Tolerir Penyimpangan

Nasional
Sekjen PDI-P Ungkap Isi Pertemuan Nadiem dan Megawati, Tepis soal Reshuffle

Sekjen PDI-P Ungkap Isi Pertemuan Nadiem dan Megawati, Tepis soal Reshuffle

Nasional
Ada 53 Orang di Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang Hilang di Utara Bali

Ada 53 Orang di Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang Hilang di Utara Bali

Nasional
Dua Anak Buah Eks Mensos Juliari Batubara Didakwa sebagai Perantara Suap Rp 32,48 Miliar

Dua Anak Buah Eks Mensos Juliari Batubara Didakwa sebagai Perantara Suap Rp 32,48 Miliar

Nasional
Kapal Selam KRI Nanggala-402 Jadi Alutsista Indonesia Sejak 1981

Kapal Selam KRI Nanggala-402 Jadi Alutsista Indonesia Sejak 1981

Nasional
UPDATE: 6.322.003 Orang Sudah Divaksin Dosis Kedua, 11.269.213 Dosis Pertama

UPDATE: 6.322.003 Orang Sudah Divaksin Dosis Kedua, 11.269.213 Dosis Pertama

Nasional
UPDATE 21 April: Sebaran 5.720 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Barat

UPDATE 21 April: Sebaran 5.720 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Barat

Nasional
KPK Usut Dugaan Penyidik Peras Wali Kota Tanjungbalai Rp 1,5 Miliar

KPK Usut Dugaan Penyidik Peras Wali Kota Tanjungbalai Rp 1,5 Miliar

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X