Soal Data Caleg Eks Koruptor, KPU Masih Tunggu Sidang Ajudikasi di Bawaslu

Kompas.com - 05/10/2018, 14:40 WIB
Komisioner KPU Ilham SaputraKOMPAS.com/Fitria Chusna Farisa Komisioner KPU Ilham Saputra

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) RI Ilham Saputra mengatakan belum ada update terkait data calon anggota legislatif yang merupakan eks koruptor setelah penetapan Daftar Calon Tetap ( DCT).

Ilham menjelaskan, saat ini sedang berlangsung proses sidang ajudikasi yang diajukan caleg ke Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu).

"Belum (ada update soal caleg eks koruptor), kan sekarang kita lagi ajudikasi," ujarnya di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Jumat (5/10/2018).

Ilham mencontohkan, misalnya ada beberapa anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang sebelumnya tidak lolos, kemudian mengajukan sidang ajudikasi ke Bawaslu.


Baca juga: Gagal Masuk DCT, Kader Partai Demokrat Pilih Mundur

Nantinya, jika Bawaslu memutuskan untuk meloloskan mereka, caleg tersebut masih dapat masuk ke DCT.

Oleh sebab itu, KPU pun masih menunggu hasil dari sidang ajudikasi oleh Bawaslu.

"Kalau dia ditolak, atau diterima oleh Bawaslu, ya kita masukin kalau diterima, ini kita masih menunggu juga putusan Bawaslu, nanti kalau ada akan kita rilis," tuturnya.

Pada saat penetapan DCT, tercatat terdapat 38 caleg mantan terpidana korupsi yang diusung partai politik pada tingkat DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Namun, jumlahnya kemudian berkurang menjadi 36 caleg setelah Partai Nasdem menarik dua calegnya yang merupakan mantan terpidana korupsi.

Sementara di level DPD, terdapat 3 caleg eks napi korupsi yang masuk ke dalam DCT.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X