Menhub Minta Jumlah Orang yang Masuk Bandara Palu Dibatasi - Kompas.com

Menhub Minta Jumlah Orang yang Masuk Bandara Palu Dibatasi

Kompas.com - 01/10/2018, 14:25 WIB
Warga antre untuk dievakuasi menggunakan pesawat Hercules di Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Sejumlah warga Palu dievakuasi ke luar Kota Palu menggunakan pesawat Hercules karena susahnya mencari makan pascagempa dan tsunami di Palu.ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A Warga antre untuk dievakuasi menggunakan pesawat Hercules di Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Sejumlah warga Palu dievakuasi ke luar Kota Palu menggunakan pesawat Hercules karena susahnya mencari makan pascagempa dan tsunami di Palu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta jumlah orang yang berada di bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, dibatasi.

Hal itu disampaikan Budi menanggapi laporan banyaknya masyarakat yang memadati bandara agar dapat keluar dari Palu menggunakan pesawat hercules milik TNI.

"Dari kemarin saya sudah koordinasikan, bahkan Dirjen saya masih di sana untuk memastikan mengurangi orang-orang yang di bandara," kata Budi Karya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (1/10/2018).

Baca juga: Depot Pengisian Pesawat Udara di Bandara Supadio Resmi Beroperasi

"Karena kapasitas penerbangan dari angkatan udara dan komersial ini kan relatif sedikit, maka kami minta, orang-orang yang ke line site itu dibatasi," tambah dia.

Budi Karya juga meminta agar petugas memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait situasi dan kondisi penerbangan.

Selain itu, Menhub menginstruksikan agar penerbangan komersial dibuka. Menurut Budi, ada 12 penerbangan komersil dari berbagai maskapai yang akan memberikan layanannya. 

"Saya catat mungkin 12 penerbangan yang ada di sana, ada Lion, ada Sriwijaya, ada Garuda, ada Wings, yang akan berjalan," ujarnya.

Baca juga: Dampak Gempa, Akses Pesawat Komersil di Bandara Palu Masih Terbatas

Untuk mengawal penerbangan di bandara Sis Al Jufri Palu, Menhub juga meminta bantuan keamanan dari TNI dan Polri. Ia juga menyampaikan, pemerintah akan memprioritaskan penerbangan komersial maupun pengiriman bantuan untuk masuk ke Palu. 

Kendati demikian, pesawat yang dapat mendarat di bandara Sis Al Jufri hanya pesawat berjenis ATR atau 737-500 lantaran panjang landasan pesawat hanya 2.000 meter.

Budi mengatakan, pesawat berjenis ATR hanya dapat mengangkut penumpang sebanyak 72 orang. Sedangkan pesawat tipe 737-500 dapat mengangkut penumpang hingga 200 orang.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisIhsanuddin
EditorKrisiandi


Close Ads X