Tim Kampanye Optimistis #2019GantiPresiden Tak Lemahkan Elektabilitas Jokowi

Kompas.com - 28/08/2018, 18:35 WIB
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Abdul Kadir Karding dan Lodewijk Freidrich Paulus di Rumah Cemara 19, Jakarta, Selasa (28/8/2018) DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.comWakil Ketua Tim Kampanye Nasional Abdul Kadir Karding dan Lodewijk Freidrich Paulus di Rumah Cemara 19, Jakarta, Selasa (28/8/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding optimistis gerakan #2019GantiPresiden tak akan melemahkan elektabilitas Jokowi dalam Pilpres 2019 nanti.

"Oh enggak ada, belum ada survei atau data yang menyatakan itu menurunkan," kata Karding di Rumah Cemara 19, Jakarta, Senin (28/8/2018).

Menurut Karding, tim kampanye juga tak ingin bereaksi berlebihan dengan gerakan tagar tersebut. Abdul menegaskan, tim kampanye punya cara tersendiri untuk memenangkan Jokowi.

"Saya rasa tidak perlu bereaksi terhadap paslon lain. Yang kita lakukan, (memilih) mana yang strategis, mana yang mendidik, mana yang berkeadaban," kata dia.

Abdul mengingatkan, yang akan menentukan kepemimpinan periode berikutnya adalah rakyat, melalui mekanisme pemilihan umum.

Baca juga: Kata Mardani, Gerakan #2019GantiPresiden Pendidikan Politik

Di sisi lain, Abdul tak menutup kemungkinan tim kampanye juga akan membuat tagar. Namun, tagar yang ada nantinya tetap bernuansa positif.

"Nantilah pasti kita buat hashtag, nanti kita keluarkan, belum sekarang," kata dia.

Secara pribadi, Abdul Kadir Karding mengaku khawatir tagar #2019GantiPresiden ini bisa menimbulkan perpecahan. Ia menyinggung penggunaan jenis tagar yang mirip pernah menimbulkan konflik di Suriah.

Menurut dia, konflik di Suriah tak lepas dari penggunaan tagar yang cenderung memancing konflik di masyarakat.

"Kenapa Suriah kacau? Karena salah satu faktornya karena hashtag ini dikapitalisasi," ujar Karding.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK: Pencegahan Pejabat Ditjen Pajak ke Luar Negeri Terkait Dugaan Suap

KPK: Pencegahan Pejabat Ditjen Pajak ke Luar Negeri Terkait Dugaan Suap

Nasional
Jokowi: Angka Kematian Pasien Covid-19 di Indonesia Masih Lebih Tinggi Dibanding Rata-rata Dunia

Jokowi: Angka Kematian Pasien Covid-19 di Indonesia Masih Lebih Tinggi Dibanding Rata-rata Dunia

Nasional
Jokowi Minta Kasus Aktif Covid-19 Turun Tanpa Kurangi Testing Harian

Jokowi Minta Kasus Aktif Covid-19 Turun Tanpa Kurangi Testing Harian

Nasional
Januari hingga Juni, Jokowi Targetkan 40 Juta Orang Divaksinasi

Januari hingga Juni, Jokowi Targetkan 40 Juta Orang Divaksinasi

Nasional
ICJR: Kita Mengkhianati Akal Sehat jika UU ITE Tak Direvisi

ICJR: Kita Mengkhianati Akal Sehat jika UU ITE Tak Direvisi

Nasional
Jokowi Minta Masyarakat Tak Khawatir dengan Mutasi Virus Corona B.1.1.7

Jokowi Minta Masyarakat Tak Khawatir dengan Mutasi Virus Corona B.1.1.7

Nasional
Jokowi: 4,6 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca Tiba di Indonesia Maret Ini

Jokowi: 4,6 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca Tiba di Indonesia Maret Ini

Nasional
Satu Tahun Pandemi, Kejagung Lakukan Lebih dari 500.000 Sidang Online

Satu Tahun Pandemi, Kejagung Lakukan Lebih dari 500.000 Sidang Online

Nasional
Jemaah Haji 2021 Wajib Vaksin, Kemenag dan Kemenkes Diminta Koordinasi

Jemaah Haji 2021 Wajib Vaksin, Kemenag dan Kemenkes Diminta Koordinasi

Nasional
Istana Bantah Wapres Ma'ruf Amin Tak Dilibatkan dalam Susun Aturan Investasi Miras

Istana Bantah Wapres Ma'ruf Amin Tak Dilibatkan dalam Susun Aturan Investasi Miras

Nasional
Polri Akan Tindak Polisi di Sumut yang Tembakkan Pistol di Warung Tuak

Polri Akan Tindak Polisi di Sumut yang Tembakkan Pistol di Warung Tuak

Nasional
Marzuki Alie Akan Hadir di KLB Demokrat, Minta Keanggotaannya Dipulihkan

Marzuki Alie Akan Hadir di KLB Demokrat, Minta Keanggotaannya Dipulihkan

Nasional
Geledah Apartemen Jimmy Sutopo, Kejagung Temukan 36 Lukisan Berlapis Emas

Geledah Apartemen Jimmy Sutopo, Kejagung Temukan 36 Lukisan Berlapis Emas

Nasional
Diundang ke KLB Demokrat, Marzuki Alie: Saya Sudah Dipecat, Tentu Harus Hadir

Diundang ke KLB Demokrat, Marzuki Alie: Saya Sudah Dipecat, Tentu Harus Hadir

Nasional
Kasus Nurdin Abdullah, KPK Amankan Uang Tunai Rp 1,4 Miliar, 10.000 Dolar AS dan 190.000 Dolar Singapura

Kasus Nurdin Abdullah, KPK Amankan Uang Tunai Rp 1,4 Miliar, 10.000 Dolar AS dan 190.000 Dolar Singapura

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X