Begini Cara Kementerian PUPR Suplai Air untuk Korban Gempa Lombok

Kompas.com - 27/08/2018, 18:50 WIB
Penulis Devina Halim
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berusaha menangani masalah kekurangan air dan sanitasi bagi korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Danish H Sumadilaga mengatakan pihaknya menggunakan sumur air tanah untuk menyuplai ketersediaan air bersih.

"Kami membuka sumur air tanah, kurang lebih 50 titik, besarannya antara 10 hingga 20 liter per detik, artinya kalau kita mengisi tangki air dengan kapasitas 4.000 liter akan penuh dalam 5-10 menit," ujar Danish di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Senin (27/9/2018).

Kemudian, pihaknya mengerahkan 25 mobil tangki air untuk proses distribusi air kepada masyarakat.

Sementara untuk air minum, Kementerian PUPR juga sudah memperbaiki pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang terdampak gempa.

Baca juga: Kementerian PUPR Ajak Mahasiswa Gabung Tim Rehabilitasi Rumah Pascagempa Lombok

Perihal sanitasi, Danish mengakui jumlah WC dan kamar mandi yang disediakan di titik pengungsian masih kurang.

"Sudah hampir 300 MCK portable dan 200 MCK knockdown di pengungsian. Kami akui karena jumlahnya sangat banyak, butuh peningkatan, kami usahakan MCK on site," jelasnya.

Usaha-usaha tersebut telah dilakukan sejak masa tanggap darurat pascagempa Lombok hingga kini yang sudah memasuki tahap transisi.

Kompas TV Mereka belajar di tenda darurat karena ruang kelas mereka rusak akibat gempa.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.