NTB Masih Berstatus Tanggap Darurat, Pemerintah Putuskan Mulai Rehabilitasi Fisik

Kompas.com - 10/08/2018, 20:08 WIB
Suasana bangunan yang runtuh akibat gempa di Gili Trawangan, Lombok, Kamis (9/8/2018). Gempa susulan dengan kekuatan magnitudo 6,2 dalam skala Richter, kembali mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (9/8/2018) siang.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Suasana bangunan yang runtuh akibat gempa di Gili Trawangan, Lombok, Kamis (9/8/2018). Gempa susulan dengan kekuatan magnitudo 6,2 dalam skala Richter, kembali mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (9/8/2018) siang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Meskipun situasi tanggap darurat masih diberlakukan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), namun pemerintah memutuskan untuk memulai rehabilitasi fisik.

Demikian salah satu hasil dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (10/8/2018) siang, yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo.

"Tadi disepakati, sambil berjalan tanggap darurat kita mulai proses rehabilitasi mulai diawali dengan pembersihan," ujar Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Zainul Madji, seusai rapat.

Pembersihan harus segera dimulai mengingat warga yang menjadi korban gempa kini lebih banyak tinggal di posko pengungsian.


Baca juga: Presiden Sebut RI Belum Butuh Bantuan Asing Tangani Gempa Lombok

Pembersihan reruntuhan bangunan, menurut TGB, juga bisa memperbaiki kondisi psikologis mereka.

"Masyarakat sekarang rata-rata mengungsi di sekitar rumahnya yang terbuka. Setiap hari dia memandangi reruntuhan rumah itu cukup mengganggu psikologis," ujar TGB.

Sejumlah kecamatan di Lombok Timur telah disepakati untuk dimulai proses pembersihan terlebih dahulu, yakni Kecamatan Gangg, Bayan dan Kayangan. TGB juga memastikan bahwa Presiden Jokowi yang akan memulai proses rehabilitasi atau pembersihan itu.

"Mulai pembersihan per Senin mendatang. Mudah- mudahan kalau tidak ada aral melintang, Bapak Presiden mengawali proses pembersihan dan rehabilitasinya," ujar TGB.

Baca juga: Korban Tewas Akibat Gempa Lombok dan Bali Bertambah Menjadi 321 Orang

Diketahui, Presiden Jokowi berencana meninjau langsung penanganan dampak gempa bumi di Lombok, NTB pada Minggu, Senin atau Selasa mendatang.

TGB pun berharap tidak ada gempa susulan di hari-hari mendatang. Apalagi, gempa susulan bermagnitudo lebih dari 4. Ini demi percepatan rehabilitasi fisik dan pemulihan aktivitas sosial masyarakat.

"Kita berdoa saja kepada Allah agar cukup selesai rangkaian gempa di atas magnitudo 4 ya, walaupun mungkin gempa susulan masih ada," ujar TGB.

Kompas TV Proses evakuasi empat warga yang tertimbun longsoran tanah akibat gempa dengan magnitudo 6,2 terus dilakukan oleh tim penyelamat, Jumat (10/8)

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Melalui Anaknya, Seorang Ibu Sumbang Sandiaga Uno Rp 500.000

Melalui Anaknya, Seorang Ibu Sumbang Sandiaga Uno Rp 500.000

Regional
Dukung Ma'ruf Amin, Ketua PWNU Jatim Sebut Masa Depan Negara di Tangan NU

Dukung Ma'ruf Amin, Ketua PWNU Jatim Sebut Masa Depan Negara di Tangan NU

Regional
Akar Masalah Mandeknya Dunia Riset Tanah Air Dinilai Belum Tersentuh Kedua Paslon

Akar Masalah Mandeknya Dunia Riset Tanah Air Dinilai Belum Tersentuh Kedua Paslon

Nasional
Menyangkut Masa Depan Bangsa, Pengamat Kecewa Imunisasi Tak Dibicarakan di Debat Ketiga

Menyangkut Masa Depan Bangsa, Pengamat Kecewa Imunisasi Tak Dibicarakan di Debat Ketiga

Nasional
Pengungsi Banjir Bandang di Jayapura Butuh Selimut dan Tenda

Pengungsi Banjir Bandang di Jayapura Butuh Selimut dan Tenda

Regional
Terbukti Bersalah, Mantan Direktur Keuangan Pertamina Tak Dihukum Uang Pengganti

Terbukti Bersalah, Mantan Direktur Keuangan Pertamina Tak Dihukum Uang Pengganti

Nasional
Atasi Pengangguran, Kedua Paslon Dinilai Tak Manfaatkan Infrastruktur yang Ada

Atasi Pengangguran, Kedua Paslon Dinilai Tak Manfaatkan Infrastruktur yang Ada

Nasional
2 Jenazah WNA Malaysia Korban Longsoran Air Terjun di Lombok Dipulangkan

2 Jenazah WNA Malaysia Korban Longsoran Air Terjun di Lombok Dipulangkan

Regional
Korban Ungkap Teroris di Selandia Baru Bingung dengan Denah Masjid

Korban Ungkap Teroris di Selandia Baru Bingung dengan Denah Masjid

Internasional
Ketika Matematika Digunakan untuk Menangani Wabah Penyakit

Ketika Matematika Digunakan untuk Menangani Wabah Penyakit

Edukasi
Polisi Tangkap 2 Penjambret Mahasiswi di Kupang, 1 Pelaku Ditembak

Polisi Tangkap 2 Penjambret Mahasiswi di Kupang, 1 Pelaku Ditembak

Regional
KPK Temukan Uang di Ruangan Menterinya, Ini Tanggapan Kementerian Agama

KPK Temukan Uang di Ruangan Menterinya, Ini Tanggapan Kementerian Agama

Nasional
Menurut Pengamat, Ini Alasan Mengapa Ma'ruf Tampil 'di Luar Ekspektasi' saat Debat Ketiga

Menurut Pengamat, Ini Alasan Mengapa Ma'ruf Tampil "di Luar Ekspektasi" saat Debat Ketiga

Nasional
Kekerasan Seksual Itu Bernama 'Revenge Porn', Apa Itu? Ini 6 Tandanya

Kekerasan Seksual Itu Bernama "Revenge Porn", Apa Itu? Ini 6 Tandanya

Edukasi
Banjir di Gunungkidul, Puluhan Kepala Keluarga Masih Mengungsi

Banjir di Gunungkidul, Puluhan Kepala Keluarga Masih Mengungsi

Regional

Close Ads X